Rabu, September 28, 2022
spot_img

128 Kg Hati Dan Paru Hewan Kurban Berpenyakit Dibuang

BerandaKota Bandung128 Kg Hati Dan Paru Hewan Kurban Berpenyakit Dibuang

BANDUNG – Kurang lebih 128 kg hati dan paru pada hewan kurban sapi dan domba diafkir atau dibuang karena ditemukan berpenyakit cacing hati.

Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gingin Ginanjar menyampaikan dari 30 kecamatan ada 26 kecamatan melakukan pemotongan hari Selasa (20/6/2021).

Dan tim post mortem (pemeriksa daging hewan kurban) telah memeriksa sebanyak 1952 ekor hewan terdiri dari 851 ekor sapi dan 1101 ekor domba.

“Dari sapi diafkir bagian hati sebanyak 117,12 kg dan paru 16,6 kg. Dan dari 117 ekor domba diapkir 11,6 kg, bagian hati 7,5 kg dan bagian paru 4,1 kg,” jelas Gingin usai mendampingi Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana memantau proses penyembelihan hewan kurban di RPH, Rabu (21/7/2021).

Disampaikannya warga yang ingin menyembelih di RPH jauh hari sudah memesan sehingga di hari ini Kamis (21/7/2021) penyembelihan sudah terisi penuh.

“Terisi 170 sesuai kapasitas maksimal, hari kedua setengahnya dan hari ketiga kosong. Di RPH Ciroyom bisa 90 ekor dan Cirangrang 80 ekor, dibandingkan tahun lalu 2020 ada peningkatan 170 itu untuk 4 hari sekarang hari pertama sudah terpenuhi,”

“Mungkin orang cenderung potong hari pertama. Jadi hewan yang dipotong disini, diistirahatkan 12 jam diberi makan dirawat dan diperiksa dulu, setelah dipotong pun diperiksa dari kepala hingga dalaman, yang terkena penyakit hati dan paru diafkir dipisahkan tidak boleh dikomsumsi,” tegas Gingin.

Sebelumnya Wakil Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan bahwa pemotongan hewan kurban di RPH dikenai retribusi Rp35.000 diluar biaya pemotongan.

“Alhamdulillah kita lihat hari ini mulai pemotongan hewan kurban di RPH milik pemkot berjalan lancar jumlah per hari yang bisa kita potong itu per hari 170 ekor sapi, retribusi 35 ribu. Kalau pemotongan kesepakatan. Karena bukan tenaga kita itu orang nitip motong di kita karena regulasinya di kementrian agama juga pemotongan hewan kurban di RPH,” jelasnya.

Yana pun membenarkan selama pemeriksaan hewan kurban sudah dipotong itu ada pada satu ekor sapi ditemukan penyakit cacing hati dan langsung diafkir.

“Disampaikan ke yang menitipkan motong hewannya bahwa yang ditemukan cacing di hati dan paru paru juga dagingnya dilihat kalau ga ada borok layak konsumsi masih bisa dibagikan, kalau tidak layak konsumsi diafkir,” ucapnya.

Penangganan hewan kurban sendiri kata Yana di RPH terpantau baik, jadi sapi yang datang istirahat 12 jam supaya tidak stres kemudian diperiksa secara fisik kalau baik sehat masuk ke pemotongan dan setelah dipotong pun kembali diperiksa.(kai)

Berita Terbaru