Kamis, September 29, 2022
spot_img

Banyak Toko No Esensial dan Kritikal Nekat Jualan

BerandaNewsBanyak Toko No Esensial dan Kritikal Nekat Jualan

BANDUNG – Kabid Penegakan Produk Hukum Daerah Satpol PP Kota Bandung, Idris Kuswandi mengaku saat ini banyak pedagang atau pemilik toko bukan menjual kebutuhan pokok sehari hari, alat kesehatan dan obat (non esensial dan non kritikal) nekat berjualan.

Para pedagang itu mengaku mengikuti petunjuk sesuai pidato presiden RI Joko Widodo, padahal itu disampaikan untuk daerah dengan level penyebaran covid-19 3 dan 2.

“Mengaku mengikuti pidato presiden. Memang betul tapi itu untuk level 3 dan 2, kalau level 4 makan ditempat pun paling banyak 3 orang. Termasuk ITC buka ada dua bagian mall dan pasar tradisional jadi pedagang yang diatas turun ke bawah, di Cikapundung, toko toko elektronik juga,” jelas Idris di balai kota, Selasa (27/7/2021).

Namun demikian pihaknya diakui Idris tidak melakukan tindakan tegas namun hanya edukasi saja. Pasalnya kondisi saat ini psikologi masyarakat memanas.

“Kita usahakan edukasi ya, kalau penindakan itu kalau sudah sangat membandel, mau tidak mau kita tindak sesuai perwal PPKM darurat,” ucapnya lagi.

Sejak PPKM darurat jilid satu diberlakukan mulai tanggal 3 – 20 Juli dilanjut 20-25 Juli pihaknya banyak melakukan sidang tipiring dan terkumpul uang denda sebanyak Rp 14.900.000. Sedang sejak Januari hingga kini sudah terkumpul sebanyak Rp 115.000.000.

“Dari tanggal 3-20 Juli itu dari 69 pelanggaran. Kita saat ini bisa memahami tidak dilakukan tindak sanksi salah satu pelanggaran pun kalau sudah sangat terpaksa hanya KTP saja,” ungkapnya.

Idris pun menyampaikan saat ini pengawasan tidak dibagi 3 shift seperti PPKM darurat jilid 1. Terlebih perhotelan sudah seluruhnya paham baik itu hotel bintang 4 dan 5 kita cek, begitupun bintang 3.

“Jangan kan breakfast tamunya pun gak ada. Sekali lagi dine in pagi sudah tidak ada jam. Nah untuk rumah makan, warteg, PKL pengunjung hanya 3 orang dan waktu 20 menit, mereka sulit menerapkan sehingga memilih take away. Ada juga yang gaptek jadi memilih berhenti saja,” ucapnya lagi.

“Mereka ada yang terus terang juga mau bagaimana kalau gak jualan. Ya pokoknya diusahakan edukasi, sekarang sedang panas, patroli terus PPKM siang dan malam kadang dengan kodim,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru