Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Kota Bekasi Kembali Perpanjang PPKM

BerandaKota BekasiKota Bekasi Kembali Perpanjang PPKM

KOTA BEKASI – Berdasarkan Surat Edaran Ketua Komite Kebijakan Penanganan Covid-19 dan Transformasi Pemulihan Ekonomi Kota Bekasi, yakni Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi memutuskan, bahwa Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 di wilayah Kota Bekasi DIPERPANJANG mulai tanggal 3 sampai dengan 9 Agustus 2021. Surat Edaran tersebut dikeluarkan pada tanggal 3 Agustus 2021 dengan nomor 443.1/1051/SET.COVID-19.

Adapun di dalamnya diputuskan beberapa hal sebagai berikut:

1. Pelaksanaan KBM di sekolah, perguruan tinggi, akademi, tempat pendidikan atau pelatihan, diberlakukan secara daring atau online.
2. Pelaksanaan kegiatan pada sektor non-esensial memberlakukan 100 persen WFH untuk para pekerjanya, untuk sektor esensial (pelayanan publik, keuangan, pasar modal, teknologi informasi dan komunikasi, perhotelan dan industri orientasi ekspor) memberlakukan 25 persen sampai dengan 50 persen WFH dan untuk sektor kritikal (kesehatan, keamanan, penanganan bencana, logistik, transportasi, distribusi, makanan dan minuman, pupuk dan petrokimia, semen dan bahan bangunan, objek vital nasional, proyek strategis nasional, konstruksi dan utilitas dasar) memberlakukan 100 persen WFO.
3. Pasar tradisional yang menjual kebutuhan sehari-hari jam operasionalnya dibatasi mulai dari pukul 06.00 WIB sampai dengan pukul 20.00 WIB dan khusus kegiatan pasar rakyat, seperti toko pakaian, toko sepatu, toko emas, dan lain-lain dibatasi hanya sampai dengan pukul 15.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
4. Supermarket, toko kelontong dan pasar swalayan yang menjual kebutuhan sehari-hari dibatasi jam operasionalnya sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan kapasitas pengunjung 50 persen.
5. Apotek atau toko obat dapat buka selama 24 Jam.
6. Agen atau outlet voucher, barbershop atau pangkas rambut, laundry, pedagang asongan, bengkel kecil, cucian kendaraan diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 WIB.
7. Pelaksanaan kegiatan makan atau minum di tempat umum (warung makan atau warteg atau PKL atau lapak jajanan) diizinkan buka sampai dengan pukul 20.00 WIB dengan maksimal pengunjung untuk makan di tempat sebanyak 3 orang dan waktu makan dibatasi maksimal 20 menit.
8. Restoran, rumah makan, cafe dengan lokasi yang berada di dalam gedung atau toko tertutup baik yang berada pada lokasi tersendiri maupun yang berlokasi pada puast perbelanjaan hanya menerima delivery dan take away tidak makan di tempat.
9. Tempat hiburan malam, panti pijat, karaoke, spa, bioskop, arena bermain anak, salon dan refleksi keluarga sementara tidak diperbolehkan beroperasi.
10. Pelaksanaan kegiatan rapat, seminar, pertemuan, diklat atau pelatihan atau kegiatan yang dapat menimbulkan keramaian ditutup sementara.
11. Tempat ibadah dan tempat yang difungsikan sebagai tempat ibadah tidak mengadakan kegiatan peribadatan atau keagamaan berjamaah selama masa penerapan PPKM dan mengoptimalkan pelaksanaan ibadah di rumah.
12. Tempat umum (area publik, taman, tempat wisata dan area publik lainnya) ditutup sementara.
13. Kegiatan sosial budaya, olahraga, dan sosial kemasyarakatan (lokasi seni, budaya, sarana olahraga, gelanggang olahraga atau pusat kebugaran dan kegiatan sosial yang dapat menimbulkan kerumunan) ditutup sementara.
14. Transportasi umum diberlakukan dengan pengaturan kapasitas pengguna sebanyak 50 persen dengan protokol kesehatan yang ketat.
15. Pelaksanaan resepsi pernikahan selama masa PPKM ditiadakan.

Dalam wawancaranya, Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi, merujuk kepada Provinsi DKI Jakarta yang masih menjalankan masa PPKM Level 4 karena langsung bersebelahan dengan Kota Bekasi maka pasti Kota Bekasi juga memakai sistem PPKM Level 4 kembali, semua mengikuti kebijakan pastinya sesuai aturan yang berlaku.

“Tentunya sudah menjadi kebijakan Ketua PPKM Jawa dan Bali, ya kita ikuti saja, yang terpenting kita berusaha, mau level 4 mau level 3 angka kematian kita betul-betul sudah turun, positif rate kita juga trackingnya bagus, kasus aktifnya berkurang, kesembuhannya tinggi, RT kita yang hijau semakin banyak, nah untuk menjaga itu kan butuh kerja ekstra,” tukas Wali Kota. (ad/gir)

Berita Terbaru