Rabu, September 28, 2022
spot_img

Soal Pasar Baru, ITC, Baltos Dibuka, Satpol PP Tanyakan Status Ke Perumda Pasar

BerandaKota BandungSoal Pasar Baru, ITC, Baltos Dibuka, Satpol PP Tanyakan Status Ke Perumda...

BANDUNG – Sekertaris Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Bandung Slamet Agus Priono mengatakan pasar pasar non esensial yang nekat buka dimasa pemberlakuan PPKM level 4 seperti Pasar Baru, ITC, dan Baltos belum jelas statusnya apakah termasuk pasar tradisional atau bukan sehingga bisa diijinkan buka.

“Menurut Perumda pasar, Pasar Baru, ITC, dan Baltos dianggap pasar tradisional, tetapi statement pak wali itu dianggap mall, kita akan tanyakan lagi ke Perumda,” ujar Slamet, pada Bandung Menjawab secara virtual, Kamis (5/8/2021).

Namun demikian kata Semata pihaknya tetap melakukan pengawasan bahwa yang berjualan diberlakukan ganjil genap sesuai nomer kios.

“Kita akan cek kalau tidak benar misal harusnya yang ganjil jualan malah genap nah yang itu akan kita tindak,” ucapnya.

Pada kesempatan itu Slamet pun menyampaikan bahwa saat ini masih di level 4 sehingga kafe dan restoran tidak diperbolehkan makan ditempat atau dine in.

“Karena tidak ada perubahan pada perwal ataupun mendagri, sehingga satpol pp akan bergerak berikan teguran jika kafe dan restauran tidak dine in. Meski kota bandung masuk zona oranye namun karena aglomerasi jadi masih masuk level 4,” ucapnya lagi.

Namun pengelola resto dan kafe mensiasatinya dengan makan di mobil sehingga beberapa restauran terpantau parkiran penuh dengan mobil parkir.

“Disiati pengelola resto dan kafe seperti delivery dan makan di mobil. Tapi kan mereka semobil dengan yang tahu dan tidak terpapar, artinya tidak terlalu dikhawatirkan. Sejak kafe resto hanya pesan itu biasa omzet besar tidak dine in jadi merosot,” ungkapnya.

“Tetapi kami monitor jangan sampai parkir mobil berlebihan jangan sampai over juga lalu menimbulkan masalah baru,” paparnya lagi.

Selama PPKM darurat berlaku tanggal 3 Juli 2021 sampai hari ini, pihaknya sudah melakukan tindakan kepada sebanyak 1380 pelanggar perorangan. Selain itu dilakukan penahanan KTP pada 113, sanksi administrasi 40 pengelola, dan operasi yustisi 40. Sedang untuk penyegelan tidak ada.

Pasalnya penyegelan diterapkan pada mereka yang dianggap membandel semisal tempat hiburan, kafe, resto yang sudah berulang kali melakukan pelanggaran.

Masih kata Slamet pihaknya memberikan 275 paket sembako kepada beberapa PKL dianggap membutuhkan. 200 paket sembako berisi 5 kg beras itu kata Slamat merupakan bantuan dari salah satu counter HP yang pernah ditindak dan didenda namun peduli dan menitipkan sembako itu ke Satpol PP untuk dibagikan, sisanya 75 paket merupakan sumbangan dari anggota Satpol PP.(kai)

Berita Terbaru