Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Vaksinasi Dosis Dua Masih Tersedia

BerandaKota BandungVaksinasi Dosis Dua Masih Tersedia

BANDUNG – Vaksinasi dosis 2 banyak dikeluhkan warga banyak yang belum mendapatkan meskipun sudah waktunya divaksin.

Hal itu dibantah Ketua Harian Satgas Penanganan Covid-19 Kota Bandung Ema Sumarna, menurut dia ketersediaan vaksin aman.

“Sekarang untuk akselerasi 12-17 tahun, nah kita ingin pelaksanakan seperti pendidikan dan tenaga kependidikan (PTK), saya inginnya serentak diseluruh sekolah, makanya minta antara Disdik dengan DKK,” ucap Ema usai menghadiri upacara peringatan HUT RI di balai kota, Selasa (17/8/2021).

Jadi nanti kata Ema sudah tidak berbicara siswa itu orang Bandung atau bukan, karena vaksin menurutnya mengedepankan azas peristiwa dimana mengedepankan bersangkutan itu berkegiatan.

“Misal anak sekolah di satu sekolah ya, nu orang Bandung sudah divaksin di bukan belum kan bahaya, pegawai mal memang orang Bandung semua kan bukan, jadi mau orang Bandung bukan orang Bandung selama berkegiatan itu harus menjadi target kita ASN memang yang kerja di Bandung orang Bandung hungkul, aya di Cimahi orang Banjaran tapi mereka harus sudah divaksin jadi mereka kalau diderah tempat tinggalnya dia belum divaksin maka harus menjadi target vaksin disini,” ucapnya.

Karenanya kata Ema Kota Bandung belum menerapkan pendidikan tatap muka. Kalaupun ada yang melakukan pihaknya akan memberi peringatan karena regulasi belum ada untuk PTM.

“Jangan sampai terjadi degradasi mengenai masalah kualitas penyelenggaraan dan dalam dari proses pendidikan, ai anu tatap muka alus ai virtual misal tidak,” pungkasnya.

Hingga kini lanjutnya, warga kota Bandung sudah divaksin menyampai
0,16% dari total sasaran, 1.952.358. Sedang untuk dosis tiga baru 3095 dari 24,709 (12,53%).

Diprioritaskan adalah SDM kesehatan dulu karena mereka garda terdepan setelah itu umum termasuk media juga pasti jadi sasaran kalau mau.

Sementara itu soal fasilitas olahraga apa saja yang akan dibuka kata Ema saat ini belum ada.

“Gor Saparua masih ditutup karena itu dampak ikutannya masih mengkhawatirkan, orang lari satu dua ya kalau satu dua orang kalau melihat akhirnya ngaburudul ngabring lari, kalau orang sudah bergerombol tukang dagang daratang, itu udah yakin eta udah pasti berkerumun nah itu yang harusnya menjadi pertimbangan oleh kita,” ucapnya.

“Makanya kan belum diperbolehkan,
kecuali dialam terbuka golf jarak jauh begitu logis bisa diterima, bulu tangkis saya pikir bisa, tidak pernah ada orang bulu tangkis 50 orang kan abreg abregan di GOR kan tara, ya kita real aja kecuali kalau lamun diteruskan botram, tetap aja kalau lari belum bisa,” pungkasnya.

Namun demikian untuk latihan Persib kata Ema dikecualikan. Dengan syarat tanpa penonton.

“Ya atuh lapangan ublug ablag nu main sabaraha urang kapasitas ne ge jauh. Kita perbolehkan umkarena kan mau bertanding kalau tidak latihan terus mau menang, kita pake ratio sederhana karena logika sederhana aja mau tempur terus caricing ai Bobotoh kahayang menang ai latihan hente logis kan,” tandasnya.(kai)

Berita Terbaru