Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Pipa PDAM Bocor, Lama Perbaikan Sekitar 3 Hari

BerandaKota BandungPipa PDAM Bocor, Lama Perbaikan Sekitar 3 Hari

BANDUNG – Pipa pendistribusian air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) PDAM Tirtawening Kota Bandung mengalami kebocoran tak ayal selama 2-3 hari kedepan suplay air terganggu.

Kebocoran pipa terjadi di jalan Riau Kota Bandung tepatnya 1 kilo meter dari kejadian pipa bocor sekitar tahun dua ribuan, perbaikan pipa bocor direncanakan selesai dalam 3 hari kedepan.

Direktur utama Perumda Tirtawening Sonny Salimi mengatakan Kota Bandung selama ini mendapatkan suplay air baku dari Cikalong sebesar 1800 liter per detik dihantarkan oleh dua pipa yakni pipa lama dan pipa baru.

Pipa lama dibangun tahun 56 atau sudah 65 tahun lamanya dan kebetulan pipa yang pecah tersebut adalah pipa Cisangkuy lama diameter 900 mili meter atau 90 centi meter.

“Jenis pipa cast iron pecah kemarin sekitar jam 19.30 Sabtu (21/8/2021), penyebabnya sedang dicek apakah kena tekanan atau karena hal lain atau karena umur,” ucap Sonny usai melihat kondisi terkini pipa bocor yang sempat menggenangi jalan Riau, Minggu (22/8/2021).

Namun demikian kata Sonny suplay air dari Cisangkuy masih stabil diangka 700 liter per detik.

“Tidak terjadi water hammer secara hitung hitungan, tinggal lihat ada apa, yang jelas banyak faktor, kita kaji lebih dalam. Pipa ini tentunya yang beroperasi ke Badak Singa sampai hari ini tinggal satu dengan kapasitas 600-650 liter per detik yang biasa menghantarkan 700 liter per detik,” lanjutnya.

Dan untuk tetap memenuhi pasokan air, pihak memaksimalkan kinerja air dari sungai Cikapundung Dago bengkok yang bisa menyuplai 650 liter per detik. Sehingga instalasi Badak Singa masih tetap mengolah air baku sebanyak 1.350 lite per detik atau kehilangan hanya 450 liter per detik.

Lama pengerjaan kerusakan sendiri kata Sonny maksimum 3 kali 24 jam atau 3 hari namun diharapkan bisa 24 x 2 jam atau 2 hari, tergantung saat pengangkatan pipa ataupun terganggu atau terkendala infrastruktur lainnya.

“Di kita alhamdulilah masih ada dipinggir jalan tidak di kalam bangunan kalau disana kabupaten banyaknya pipa didalam bangunan, disini tidak tapi tetap kita jaga utilitas yang ada,” paparnya.(kai)

Berita Terbaru