Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Disdik: Kota Bekasi Siap Laksanakan Kegiatan PTM

BerandaKota BekasiDisdik: Kota Bekasi Siap Laksanakan Kegiatan PTM

KOTA BEKASI – Dinas Pendidikan Kota Bekasi mengakui siap melaksanakan proses Pembelajaran Tatap Muka (PTM) dimana sebelumnya sejumlah sekolah yang sudah mendapatkan izin melaksanakan kegiatan tersebut dihentikan karena adanya penerapan PPKM.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Inayatullah mengatakan, Pemerintah Kota Bekasi mengeluarkan Surat Edaran (SE) Nomor: 420 / 6378/ Setda. TU Tentang Pembelajaran Tatap Muka (PTM) di Kota Bekasi. Didalamnya terdapat hal- hal yang harus diperhatikan dan kegiatan utama yang harus diterapkan secara disiplin oleh satuan pendidikan (sekolah) sesuai dengan protokol kesehatan.

“Kita sudah menyusun petunjuk teknis pelaksanaan pembelajaran tatap muka di Kota Bekasi, ada didalam SE yang sudah ditandatangani oleh Pak Wali,” kata Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, Senin (30/8).

Ia pun merinci ppoin yang tertuang didalam SE tersebut, diantaranya:

1. Kepala Satuan Pendidikan wajib mengisi untuk memperbarui daftar periksa pada laman data pokok pendidikan (Dapodik) Kemendikbud dan education mangement informatiom system (Emisi) Kemenag.
2. Pembelajaran Tatap Muka (PTM) terbatas dapat dilaksanakan melalui dua fase, yaitu masa transisi dan masa kebiasaan baru. Dimasa transisi, PTM terbatas berlangsung selama dua bulan. Sedangkan masa kebiasaan terbaru, PTM terbatas dilakukan setelah masa transisi selesai.
3. Pendidik dan tenaga kependidikan yang belum di vaksin Covid-19 disarankan untuk memberikan layanan Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) dari rumah.
4. Pemerintah Daerah dapat memberhetikan PTM terbatas jika ditemukan kasus konfirmasi Covid-19 disatuan pendidikan. Pemberhentian sementara dilakukan paling singkat 3×24 jam.
5. PTM terbatas harus dilakukan dengan protokol kesehatan yang ketat dan terpantau Dinas Kesehatan Kota Bekasi, Camat, Lurah dan Puskesmas setempat.
6. Satuan Pendidikan SMP atau MTS dapat dilaksanakan pembelajaran tatap muka terbatas mulai tanggal 1 September 2021 dengan maksimal 50 persen dengan menjaga jarak 1,5 meter maksimal 18 peserta didik atau rombongan belajar dan diutamakan bagi yang sudah di vaksinasi usia 12-17 tahun.
7. Satuan pendidikan SD atau MI dan kesetaraan (paket A, B dan C dapat dilaksanakan mulai tanggal 6 September 2021 dengan maksimal 50 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 18 peserta didik atau rombongan belajar.
8. Satuan pendidikan TK atau PAUD akan dilaksanakan mulai tanggal 20 September 2021 dengan maksimal 33 persen dengan menjaga jarak minimal 1,5 meter dan maksimal 5 peserta atau romobgan belajar.
9. Kegiatan belajar mengajar PTM terbatas dilaksanakan hari Senin-Jumat mulai pukul 07.00-12.00 WIB.
10. Satuan pendidikan yang akan melaksanakan PTM terbatas harus mengajukan proposal dan memenuhi persyaratan protokol kesehatan baik saran dan prasarana.
11. Kepala Satuan Pendidikan yang akan melaksanakan pembelajaraan tatap muka terbatas harus berkoordinasi dengan Camat, Lurah, kepala Puskesmas, Babinsa dan Bimaspol setempat,
12. Kepala Satuan Pendidikan membentuk tim Satuan Tugas Gugus Covid-19.
13. Penetapan satuan pendidikan PAUD, SD, SMP yang akan melaksanakan PTM terbatas, ditetapkan oleh keputusan Kepala Dinas Pendidikan Kota Bekasi, sedangkan MI dan MTS oleh Kepala Kantor Kemenag Kota Bekasi.

Lalu tambah Inayatullah, yang harus dipatuhi oleh murid, orangtua atau wali murid dan manajemen sekolah adalah anak didik wajib diantar-jemput oleh orangtua atau wali murid atau pihak yang bertanggungjawab untuk mengantar anak didik ke sekolah.

“Jadi, saat pulang sekolah anak didik tidak berkumpul di satu tempat, melainkan kembali ke rumah masing-masing. Pengawasan ini, juga akan melibatkan personil Satpol PP hingga TNI dan Polri,” tambah Inayatullah.

Kota Bekasi termasuk wilayah yang pengendalian kasus Covid-19 terbaik se-Jawa Barat. Menurutnya, Pemerintah Daerah menggunakan isolasi karantina terbatas di tingkat RT atau RW.

“Misalkan, di satu tempat terdapat kasus, kita tidak lakukan di tempat tersebut, tapi dilakukan pengendalian. Orangnya kita rawat, virus kita putus mata rantai penyebarannya. Pelayanan di tempat tersebut tetap berjalan,” imbuhnya.

Namun, untuk kegiatan PTM ini, Pemerintah Daerah akan memberlakukan penutupan sementara apabila ditemukan sekolah yang terdapat kasus Covid-19.

“Apabila ditemukan kasus Covid-19 saat pembelajaran tatap muka, sekolah akan ditutup dan dilaksanakan belajar daring kembali,” tegasnya.

Menurutnya, tidak semua sekolah yang akan ditutup. Hanya sekolah yang ditemukan kasus Covid-19 saja. Hingga kini, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Bekasi masih akan menyeleksi sekolah-sekolah yang diperbolehkan melakukan kegiatan PTM. (ad/gir)

Berita Terbaru