Rabu, September 28, 2022
spot_img

Lahan TPS Disulap Jadi Lahan Berkebun

BerandaKota BandungLahan TPS Disulap Jadi Lahan Berkebun

BANDUNG – Lahan seluas 5000 meter2 bekas tempat pembuangan sementara (TPS) PT Pindad Persero kini jadi lahan berkebun bagi warga RW 09 Kelurahan Cikapura Kecamatan Kiaracondong.

Bukan hanya bisa memanfaatkan lahan, hasil tani masyarakat sekitar pun bakal dibeli PT Pindad.

Wali kota Bandung Oded M Danial mengatakan pemanfaatan lahan Pindad ini merupakan Tanggungjawab Sosial Lingkungan (TJSL) PT Pindad dalam bentuk buruan sae dengan program “mantap (maunya tanam apa) dan maung pantes masyarakat unggul Pindad terus sukses”.

“Ujung ujungnya masyarakat bisa berdaya dari sisi ketahanan pangan dengan ada potensi lahan taman yang cukup luas ini dan digarap oleh warga masyarakat. Kolaborasi ini diharapkan akan terus,” ujar Oded di lokasi penandatanganan kerjasama pemanfaatan lahan PT Pindad dan warga RW 09.

Kata Oded, peran Pemkot sendiri melalui DKPP pihaknya memberikan konsultasi, membimbing, melaksanakan hingga memberikan bantuan stimulus, kepada warga untuk menfaatkan lahan tersebut.

“Soal pemasarannya ya kalau bekerja itu setahap demi setahap, masyarakat punya kegiatan dulu. Kedepan akan diedukasi bagaimana cara rapping kemasan bagus jual temen Pindad dan masyarakat luas,” ucapnya.

Terkait lahan dimanfaatkan bekas TPS kata Oded sangat tepat, pasalnya sampah dipastikan menyubur tanah.

Ditambahkan Direktur Strategis Bisnis Syaifudin mengatakan PT Pindad memiliki cukup luas lahan atau sekitar 65 ha.

Dari lahan ini sebagian lakukan proses bisnis dan produksi termasuk tempat pembuangan sampah atau TPS. Setelah TPS dipindah lahan ini menjadi tidak produktif dan kalaupun tetap lahan TPS warga merasa terganggu.

“Selain memidahkan dan handle langsung kita ini bisa berikan value dengan tanaman sehingga bisa memberdayakan ketahanan pangan,” ucapnya

Dilahan seluah 5000 eks pembuangan sampah itu kata Syaifudin dipastikan sampah umum bukan sampah buangan produksi PT Pindad.

“Tidak dibuang disini dan sudah pasti disini kedepan tidak dijadikan TPS tapi penanaman sayur dana lain lain, oleh warga bahkan jika pengelola atau warga siap bisa jadi dibuka wisata edukasi. Sudah ditandatangani dan diresmikan, tempat ini resmi dikelola tidak ada TPA,” paparnya.

PT Pindad sendiri akan membeli hasil tani warga tersebut alasannya kata Syaifudin karena PT Pindad membutuh produksi tani tersebut guna memberi makan karyawannya.

“Kalau sudah siap kualitas dan kesehatan terjamin pasti dibeli,” tandasnya.

Sementara itu Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Gingin Ginanjar menyampaikan teknis pemanfaatan lahan ini dibagi perpetak.

“10 kelompok yang kelola berbagai jenis tanaman disesuaikan “mantap”itu tapi. Misal kalau selama sebulan kedepan Pindad butuh pakcoy ya tanam pakcoy. Selain memberi semangat menanam juga pemasaran hasil jelas oleh Pindad. Dan kita akan kembangkan terus untuk dibagikan dikeloa masyarakat lain,” jelas Gingin.

Sementara ini hasil tani RW 09 mengakomodir kebutuhan Pindad. Bila sudah terpenuhi dan ada sisi bisa dilakukan pemasaran secara online.

“Kedepan buruan sae ini akan coba memasarkan juga, kita coba tampung lalu bentuk koperasi sebarkan ke yang lain. Dan “mantap” ini bukan hanya dengan Pindad tapi juga cafe dan resto, seperti di Dago sayurannya diambil dari kelompok tani sekitar. Disini ada 6 jenis sayuran komsumsi dan dijual,” pungkasnya lagi.(kai)

Berita Terbaru