Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Kota Bandung Tetap Akan Laksanakan PTM, Minggu Kedua September

BerandaKota BandungKota Bandung Tetap Akan Laksanakan PTM, Minggu Kedua September

BANDUNG – Kendati pernyataan Gubernur Ridwan Kamil bahwa di Provinsi Jawa Barat hanya 4 daerah Kota Kabupaten yang diperbolehkan melakukan pendidikan tatap muka (PTM), kata Sekretaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna, Kota Bandung tetap akan melaksanakan PTM.

“Begini kalau saya memahaminya bahwa di dalam aturan yang ada level 3 sudah diperbolehkan untuk menyelenggarakan PTM. Tetapi disana ada batasan dalam artian maksimum 50 persen dari ruang kelas,” ucap Ema dibalai kota, Selasa (30/8/2021).

Malahan kata Ema, pihaknya ingin dibawah 50% terlebih dulu.

“Maka pernah kita simulasi dan verifikasi itu kepentingan kesana. Kalau kita ini tidak mengartikan sendiri tapi memahami dari regulasi yang ada. Sepemahaman kami dari pak Jokowi, mendikbudristekdikti level 3 sudah diperbolehkan,” tegasnya.

Lanjutnya kita harus konsisten didalam Peraturan Wali Kota yang dikeluarkand diperbolehkan. Pihaknya konsisten tapi tetap mengutamakan kehati-hatian.

Di Bandung sendiri terdapat 1692 sekolah non tingkat SMA. Pasalnya untuk tingkat SMA diperbolehkan oleh Provinsi Jabar.

Dari 1692 sekolah itu mulai tingkat PAUD, SD sederajat, dan SMP sederajat. Mereka yang sudah siap menyelenggarakan akan diverifikasi terlebih dahulu.

“Namun yang lolos 330 sekolah, masih ada satu minggu untuk verifikasi dan peluang bertambah. Total sekolah di Bandung 2000 sekian kalau sama SMA 3.600 sekian,” jelasnya.

Selama proses PTM nanti kata Ema dipastikan akan terus dievaluasi. Bahkan untuk pengawasan Ema mengaku akan kmengusulkan ke wali kota dan wakil agar seluruh SKPD kita disebar untuk melakukan pengawasan.

“Dalam pengawasan bisa menyeluruh. Kalau di lapangan ternyata ada wanpreatasi bisa saja tidak direkomendasikan untuk menyelanggarakan PTM,” tandasnya.

– Pengajuan Vaksin Pelajar Belum Kunjung Ada Kabar

Sekertaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna membenarkan kendati sudah sejak dua minggu lalu memohon vaksin pelajar ternyata belum dikirim juga.

“Kata bu Ahyani belum ada jawaban pengajuan vaksin untuk usia 12 sampai 17 tahun. Adapun sinovac sekarang untuk dosis 2,” ucapnya

“Kita minta khusus usia 12 sampai 17, kami persepsikan usia anak sskolah. SMA sedang digenjot Kadisdik provinsi. Kita inginnya 400 ribu dosis ya untuk dosis satu dan dua, usia SMP itu ada sampai 200 ribu nanti dikurangi anak yang sudag divaksin ditempat tinggalnya,” paparnya.

Sedang untuk pegawai tenaga kependidikan kata Ema sudah 100 persen.

“Di buku panduan sarana dan prasarana fasilitas harus ada. Dilapangan tidak ada unsur pemaksaan kalau orang tua tidak mengijinkan maka harus tetap dilayani PJJ. Ini kan karena mayoritas ada kerinduan,” pungkasnya.(kai)

Berita Terbaru