Rabu, September 28, 2022
spot_img

PTM Boleh Dibuka Dengan Jaminan Anak Aman Dari Covid

BerandaHeadlinePTM Boleh Dibuka Dengan Jaminan Anak Aman Dari Covid

BANDUNG – Kebijakan Pendidikan Tatap Muka Terbatas di Kota Bandung rencana digelar minggu kedua bulan September ini, disetujui Ketua Komisi D Aries Supriyatna dengan catatan ada jaminan si anak mengikuti PTM aman dari bahaya Covid 19.

Menurut politisi PDI ini, sudah ada kebijakan pusatnya diperbolahkan atau diberlakukan pelaksanaan PTM, apalagi Bandung sudah masuk level 3.

Namun kata dia, yang jadi catatan PTM harus disiapkan secara matang terkait aspek aspeknya seperti perlindungan siswa terlebih kota Bandung mengawasi anak tingkat paud SD SMP.

“Itu kan yang relatif betul betul dibawah pengawasan, saya pikir tugas kota Bandung untuk betul betul menitikberatkan keamanan dari bahaya covid, ini menyangkut juga dengan besarnya sukses nya tingkat warga di vaksin,” paparnya.

Masih kata Aries, vaksinasi di kota Bandung masih dibawah 50%. Maka itu yang harus dipikirkan.

“PTM ini kan konsekuensinya mobilitas dan ada pertemuan antar siswa walaupun dibatasi, dua persoalan ini betul betul diantisipasi, kita tidak bisa menjamin siswa yang mengikuti PTM ini akan diantar jemput oleh orangtuanya. Belum lagi bicara kalau soal tingkat vaksinasi apakah siswa sekolah itu dari kondisi lingkungan yang relatif sudah kondusif dalam antisipasi covid kan itu indikatornya dari vaksin , apakah dirumah orang tua keluarga cukup umur sudah divaksin, lingkungan tempat dia tinggal itu sudah divaksin, jangan sampai datang ke sekolah dia pembawa carrier ketemu anak lain yang rumahnya secure, kan soal soal itu belum,” paparnya.

Lanjut dia, soal transportasi dan mobilitas juga harus dipikirkan. Ucapnya, kalau anak tidak diantar jemput artinya berjalan kaki atau pakai angkutan kota atau ojek bagaimana pengamanannya.

“Ini semua harus dipikirkan begitu kan, dengan titik beratnya tadi melindungi anak dari bahaya covid, PTM ini harus dirumuskan dengan pemikiran atau dasar pemikiran melindungi anak PTM dilaksanakan dengan keamanan covid betul betul terjaga,” ucapnya lagi.

Masih kata Aries, semua memang ingin segera PTM tapi harus dibarengi kebijakan kebijakan yang lain bagaimana sistem transportasinya.

“Bagaimana upaya peningkatan vaksinisasi, bagaimana mengkaitkan vaksinisasi. Tahap awal boleh ikut PTM dengan syarat keluarga di rumahnya atau orantunya minimal sudah divaksin, ini pikiran saya. Itu tidak cukup untuk tahap awal harus ada yang antar dan jemput sehingga si anak tidak dibiarkan lepas dilindungi, nah ini yang harus dipikirkan. Kalau tenaga pendidik lingkungan sekolah relatif sudah divaksin, masalahnya dirumah dan diperjalanan,” tegasnya.

Artinya kata Aries kebijakan PTM ini jangan hanya didasarkan kepada kondisi Kota Bandung yang sudah level 3 tapi diikuti dengan kebijakan yang lain yang dan memberikan perlindungan atau terhadap pelaksanaan PTM.

Disinggung soal SKPD akan turun untuk mengawasi kata Aries mau apa.

“Itu mau ngapain, persolaannya bukan pengawasan, kan pada akhirnya satu satu cara hadapi covid itu vaksin, gak ada cara lain. Vaksin pun bukan membunuh covid hanya meningkat daya tahan melawan covid, itu satu cara dilakukan bukan Indonesia tapi dunia. Kalau mau mendekati normal kalau vaksin baik termasuk PTM, kebijakan pemerintah buka PTM dan harus, diiikuti peningkatan cakupan vaksinasi di kota Bandung,” tuturnya.

“Jadi kalau mau menurunkan SKPD dalam kontek meningkatkan vaksinisasi boleh sehingga lingkungan siswa yang akan PTM ini betul lingkungan sudah divaksin, dan itu tidak cukup harus tetap prokes masker, jaga jarak, ini semua ditingkatkan dalam konteks tadi sukses PTM tanpa meresikokan anak didik,” paparnya lagi.

Aries berharap jangan sampai ada siswa, gara gara PTM dibuka. Anak anak yang sudah hampir 2 tahun ini dijaga agar tidak terkena covid malah jadi kena. Pasalnya anak usia PAUD, TK, SD, dan SMP tidak bisa berharap punya kesadaran yang cukup kuat.

“Saya setuju PTM, asal pemerintah pikirkan seluruh aspek agar terlindungi bahaya covid, dan kebijakan lain juga support PTM ini,” harapnya.(ad/kai)

Berita Terbaru