Rabu, September 28, 2022
spot_img

PTM Segera Dibuka Kecamatan Cicendo Upayakan Percepatan Vaksin

BerandaKota BandungPTM Segera Dibuka Kecamatan Cicendo Upayakan Percepatan Vaksin

BANDUNG – Camat Cicendo Bira Gumbira, membenarkan percepatan vaksinasi bagi usia 12 – 17 tahun tidak akan sesuai target sebelum tanggal 8 September 2021, dimana Kota Bandung berrencana mebuka Pendidikan Tatap Muka Terbatas (PTMPT).

Kata Bira, ketersediaan vaksin khusus (sinovac,red) bagi usia remaja yang menjadi kendalanya.

Di Kecamatan Cicendo sendiri target vaksin usai 12 – 17 ada 9420 remaja. Sampai hari ini untuk vaksin dosis 1 baru 16,19% dan dosis 2 baru 2,34%.

“Tidak akan tercapai ya kalau sampai tanggal 8 September ini. Tapi kita sudah buat strategi percepatan selam 3 hari lalu di hotel Cemerlang vaksiniasi remaja dengan target 1500 namu terkendala banyak yang ternyata anaknya didata di sekolah, kami kordinasi dengan Disdik berhasil memvaksin 1400 lebih, kami akan melakukan lagi selama 3 hari nanti,” ujar Bira disela monitor vaksin massal Kecamatan Cicendo di Mal Istana Plaza, Jumat (4/9/2021).

Pihaknya sudah melakukan vaksinasi massal 2 bulan lebih di mulai sejak bulan Juli dimana setiap minggunya melaksanakan 2 kali vaksin.

“Di Istana Plaza (IP) pada hari Kamis dan Jumat, sebagai centra vaksin Kec Cicendo, dan Rabu di klinik Oratio, ini sebagai upaya percepatan dengan kolaborasi stakeholder lain,” paparnya.

Antusias warga untuk vaksinasi sendiri kata Bira, awal awal kurang, namun memasuki bulan Agustus pertama mulai meningkat bahkan di bulan Juli dari target 78 ribu ada di posisi 16% dan kini 30%.

“Percepatan luar biasa ini bahkan sekarang direkap di kelurahan banyak yang antri, mudah mudahan vaksin tersedia dan IP memberi kelonggaran terus,” tutupnya.

Sementara itu Kepala Puskesmas Pasirkaliki Deborah Johana Rattu mengatakan selama vaksiniasi ini tidak ada keluhan berat dari efek samping vaksin. Malah para lansia yang divaksin kata Deborah jauh lebih sehat ketimbang yang usai remaja atau dewasa.

“Paling keluhan nyeri disekitar suntikan, keluhan lain tidak ya,” jelasnya.

Ketersedian vaksin sendiri kata Deborah aman. Baik dosis 1 dan dosis 2 bahkan terkadang warga yang mencari vaksin dosis 2 pun bisa dihandle pihaknya.

“Ya kadang ada warga yang bingung vaksin 1 dimana datang ke kami dan bisa kami handle. Tetapi kalau yang vaksin dosis 1 disini sudah kami ikat agar vaksin dosis 2 disini juga,” tegasnya.

Begitupun untuk vaksiniasi bagi warga memiliki riwayat kesehatan namun diperbolehkan kata dia aman. Sedang untuk ibu hamil pihaknya berkordinasi dengan RSHS dan hingga kini sudah 50 ibu hamil divaksin.(kai)

Berita Terbaru