Sabtu, Oktober 1, 2022
spot_img

Air Bersih Di Kota Bandung Tinggal Satu Bulan Lagi

BerandaKota BandungAir Bersih Di Kota Bandung Tinggal Satu Bulan Lagi

BANDUNG – Direktur Utama Perumda Tirtawening Sonny Salimi menegaskan bahwa ketersediaan air bersih di kota Bandung tinggal 1 bulan lagi jika tidak kunjung turun hujan.

“Ini warning ya, kalau tidak turun hujan 1 bulan lagi air baku kita habis. Jadi catatan bahwa kalau tidak ada hujan 1 bulan kedepan bahkan lebih kritis, karennya saya himbau hemat air, tabung air dan doa agar kita tidak kena kemarau panjang,” tegas Sonny di ruang kerjanya, Senin (6/9/2021).

Jelasnya air sungai yang diolah di instalasi Badaksinga dengan kapasitas 1800 liter per detik. Sebanyak 1350 liter perdetik disuplai dari sungai Cipanunjang Cikalong Pangalengan, dan sisanya sebanyak 450-500 dari sungai Cikapundung Dago Bengkok.

Untuk air dari sungai Cipanunjang Pangalengan ungkapnya masih ada, saat ini masih kedalaman 11 meter dari 22 meter. Masih setengahnya terisi namun jika tidak hujan kurang dari satu bulan dipastikan habis.

“Karena pasokan dari anak sungai tidak masuk karena tidak hujan. Paling tidak sekarang masih ada, melalui Cipanunjang buangan pembangkit listrik Indonesia Power (PLN) terpasok lancar, dulu 2016 2018 sempat sampai kering, sekarang mudah mudahan tidak terjadi lagi,” ucapnya.

Sonny menyampaikan sempat beberapa hari lalu terjadi kendala pada suplai air di Dago bahkan hingga pihaknya sekitar 3 hari tidak bisa produksi air baku. Hal itu karena dari pengelola air baku Indonesia Power (IP PLN) ada masalah yang belum diketahui penyebabnya.

“Untuk mencapai kapasitas 1800 kita butuh 400-450 liter perdetik dari Dago bengkok atau utara sungai Cikapundung. Bagian produksi menelusuri ternyata dari IP Dago ada masalah tapi tidak tahu apa. Kita ini bukan mengelola air baku ya tapi air buangan turbin IP, nah kalau tidak ada maka sungai Cikapundung tidak bisa digarap, tapi apapun kami berupaya koordinasi stakeholder agar bisa memaksimalkan air,” tuturnya.

Lanjutnya kondisi sungai di kota Bandung salah satunya Cipanjalu Ujungberung pun dalam satu dua bulan ini hanya mampu mengolah setengahnya, dari biasa 20 liter per detik kini hanya 10 liter perdetik.

“Sekali lagi ini warning ketersediaan air tahun ini dari Cikapundung ya. Kalau soal sungai lain, instalasi kami ini include tidak bisa memanfaatkan sungai lain, instalasinya statis, satu sumber air baku,” jelas Sonny.

“Kita berdoa dan berhemat air dan tidak perlu lagi bertanya kenapa air susah karena air memang sudah minimalis,” ucapnya.

Namun demikian kata Sonny pihaknya tetap menyediakan mobil mobil tangki air. Bagi warga yang berkelompok hingga 10 orang akan diberikan secara gratis. Tapi bagi warga yang ingin membeli untuk pribadinya maka dikenakan biaya Rp 180 ribu per tangki atau 4 hingga 5 ribu liter.

Masih kata Sonny dalam masa krisis air ini, sedikitnya 25 persen dari 176 ribu pelanggan dipastikan terdampak. Terlebih mereka yang jauh dari pipa pengolahan dan berada di daerah kontur tanah turun naik.

“Catatan waspadai, kalau dijatah dalam kontek volume air tersambung ya terdekat pipa induk pasti dapat lebih banding yang jauh, tapi itu sulit, karena pipa mengalir begitu saja tidak bisa menahan atau melarang kan. Kecuali masyarakat sadar. Tangki selalu ada karena langsung dari produksi sebelum didistribusikan kita ambil dulu,” pungkasnya.(kai)

Berita Terbaru