Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Rahmat Effendi: Kasus Aktif Penderita Covid-19 Tinggal 0,3 Persen

BerandaKota BekasiRahmat Effendi: Kasus Aktif Penderita Covid-19 Tinggal 0,3 Persen

KOTA BEKASI – Wali Kota Bekasi, Rahmat Effendi menyebutkan, dalam bahwa kasus aktif terpapar Covid-19 di Kota Bekasi telah mencapai di angka 0,3 persen dan artinya hal ini menjadi bukti dan hasil kerja keras bersama seluruh elemen dalam pencegahan penanganan Covid-19 di Kota Bekasi.

“Kasus aktif Covid-19 di Kota Bekasi saat ini berada di angka 0,3 persen dan hal ini berdampak kepada angka kesembuhan menjadi 98 persen dan untuk kasus kematian sudah datar,” papar Wali Kota Bekasi.

Pada kesempatam tersebut, pria yang akrab disapa Bang Pepen tersebut berpesan untuk jangan terlalu jumawa (congkak) karena kasus aktif sudah mencapai 0,3 persen.

“Jangan jumawa, tetapi kita harus tetap bersyukur dan harus dipertahankan,” pesannya.

Kasus aktif di Kota Bekasi sendiri masih terdiri dari isolasi mandiri dikediaman masing-masing rumah warga dan para pasien yang berada di rumah sakit.

“Hal ini menjadi target penting di wilayah bagi Camat ataupun Lurah sebagai Kepala Wilayah yang harus selalu mengontrol perkembangan kesehatan warganya, karena keberhasilan penanganannya merupakan hasil dari kerjasama kita semua dalam pengendaliannya,” tegasnya.

Wali Kota juga mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang langsung terjun ke wilayah dalan pengendalian Covid-19 ini termasuk pada pelaksanaan vaksin yang tersebar.

“Tetap lakukan monitoring bagi Kepala Perangkat Daerah yang menjadi acuan tabulasi data Dinas Kesehatan yang segera dilaporkan, baik koordinasi Pemerintah Provinsi maupun Pemerintah Pusat,” imbuhnya.

Ia juga meminta kepada Dinas Kesehatan Kota Bekasi untuk mensinkronkan data baik untuk pelaporan ke Provinsi maupun Pusat ataupun untuk data perharinya mengenai data untuk pengendalian Covid-19 ataupun data mengenai pelaksanaan vaksin.

Sebanyak 362.000 vaksin jenis Pfizer yang telah tersebar untuk warga Kota Bekasi direncanakan akan hadir kembali untuk 27.000 dosis Pfizer yang akan menggenjot warga Kota Bekasi dalam meningkatkan herd immunity di Kota Bekasi.

“Pentingnya memiliki dan membentuk kekebalan komunal melalui vaksin dimasa pandemi ini untuk menangkal terjadinya perpindahan virus secara cepat,” terangnya.

“Kita selalu berusaha update dan berperilaku jujur dalam pengolahan data baik laporan Covidnya maupun vaksinasi bagi warga, tidak ada yang ditutupi dan semua transparan,” ujar Rahmat Effendi.

Ia menambahkan, sebanyak 560 titik per Kelurahan di Kota Bekasi pada pekan kemarin telah melaksanakan serbuan dan gebrakan vaskin melalui vaksin jenis Sinovac, Aztrazeneca dan Pfizer yang telah terbagi untuk warga Kota Bekasi.

“Pelaksanaan vaksin ini tidak boleh berhenti guna pembentukan herd immunity bagi warga Kota Bekasi. Dan saya mengajak seluruh warga Kota Bekasi melalui sosialisasi dari Kelurahan, Puskesmas serta stakeholder yang ada untuk berkolaborasi dalam aksi gebrakan vaksinasi,” pintanya.

“Semoga dengan gerakan vaksinasi massal ini, herd immunity bisa tercapai dan warga merasa aman,” tutup Wali Kota. (ad/gir)

Berita Terbaru