Kamis, September 29, 2022
spot_img

Langgar Aturan PTM, Sekolah Bakal Ditutup

BerandaKota BandungLanggar Aturan PTM, Sekolah Bakal Ditutup

BANDUNG – Pembelajaran tatap muka (PTM) di kota Bandung sudah resmi dibuka. Menurut Sekertaris Daerah Kota Bandung Ema Sumarna pengawasan akan dilakukan oleh semua pihak terkait.

Bahkan jika terjadi pelanggaran, pihaknya tidak segan akan menutup kembali PTM di sekolah pelanggar.

“Ya kalau nanti ada pelanggaran, saya tadi katakan di hadapan pak kepala sekolah disini tidak ada pendekatan kenal, kalau ada pelanggaran peringatan pertama, kedua tetap membandel ya ditutup lagi ya kembali PJJ tidak bisa PTM lagi,” jelas Ema usai memantau di SMA PGII Jl Panatayuda Coblon, Rabu (9/9/2021).

Begitupun jika ada temuan kasus covid-19 di sekolah maka segera langsung angani, pasalnya Puskesmas setempat pun turut mengawasi PTM tersebut.

“Alhamdulilah sesuai direncanakan diagendakan hari ini Rabu PTM di kota Bandung sudah bisa dan mulai dilaksanakan dan hari ini sesuai arahan pimpinan dan saya pun sesuai arahan beliau hari melakukan proses peninjauan mengawali proses PTM di PGII ini dan saya melihat secara keseluruhan ini sudah sesuai dengan juklak juknis yang kita keluarkan,” ucapnya lagi.

Yang menggembirakan lanjutnya, semua sudah memaham terutama satgas, tenaga pendidik dan kependidikan untuk kemudian secara bertahap difahami oleh seluruh siswa yang sedang melakukan proses belajar mengajar.

Rata rata melakukan PTM lanjut Ema, rata rata 30 40 persen dari ruang kapasitas yang dipergunakan dan dalam waktu bersamaan masih melaksanakan PJJ.

“Juga terakomodasi secara maksimal makanya tadi saya cek siswa yang hadir ada berapa rata rata 16 orang satu kelas dari 32 orang, sisanya mengikuti daring dan itu hak mereka terpenuhi karena kita sudah komitmen berbicara subtansi dan kualitas mata pelajaran diserahkan itu antara yang daring dan tidak harus sama dan mereka besok bergiliran kecuali kalau yang memang orangtuanya belum mengijinkan, itu menjadi hak mereka yang harus kita hargai tidak ada unsur pemaksaan,” tandasnya.

Informasi dari kepala sekolah PGII sendiri hampir diatas 90 persen orangtua mengijinkan.

“Walaupun memang belum 100 persen mungkin orang tuanya nanti akan melihat perkembangan selama PTM seperti apa dan kita berdoa mudah mudahan tidak ada hal hal yang diharapkan misal kasus covid dan lain sebagainya,” ucapnya.

Masih kata Ema, evaluasi PTM ini akan berlaku setiap minggu bahkan untuk Disdik setiap hari harus melakukan pemantauan, karena mereka mempunyai perangkat sumber daya manusia untuk melakukan pengawasan ini.

Sampai hari ini baru 330 sekolah yang diijinkan PTM dan itu bukan hasil 1 2 minggu kemarin tetapi sudah dilakukan sebelumya.

Dan Ema meyakini akan ada penambahan dari 1652 sekolah tingkat SD, sederajat, SMP, sederajat, juga ada tingkat SMA yang dikelola oleh Disdik Provinsi.

“Kalau saya harapannya bertambah sehingga kondisi normal dengan apa yang diharapkan tidak ada kasus. Kenapa tidak kalau semua memenuhi ya, tujuan kita kan ingin semua kembali ke situasi normal sebelum ada covid, satu sisi covid di kota Bandung sedang sangat sangat bagus, bor dibawah 20, positifity rate juga 1,91,” bebernya.

“Nanti saya sampaikan juga di ratas artinya sangat terkendali kasus aktif juga terjadi penurunan nah ini sangat membahagiakan makanya momentum ini jangan disia siakan, intinya disiplin prokses, makanya tadi saya kelakarnya jangan sampai guru ke meme siswa karena tidak sadar ngobrol bergerombol, nanti ditiru oleh siswanya, nanti siswa juga selama belajar terus diawasi makanya satgas harus mobile jangan statis diem dari depan sampai belakang sampai lantai lantai proses pembelajaran itu harus diawasi,” tegasnya lagi.

Sementara itu terkait vaksinasi siswa atau usia 12 17 itu baru diangka 42 persen. Karenanya pihaknya meminta sekolah agar mendata siswa yang sudah divaksin.

“Nah kami kemarin dapat kabar gembira ya, ibu kepala dinas kesehatan bahwa upaya kita memohon bantuan vaksin sinovac usia 12 17 dan kami asosiasi kan adalah usia siswa belajar sudah mendapatkan 600 ribu nah hari Kamis besok itu sudah masuk di storage kita ya, jadi sekarang katanya sudah ada di provinsi kemudian besok di deliver ke kota,” jelasnya.

“Nah dalam waktu dekat kita akan koordinasi dengan pak Kadisdik dengan Kemendag karena pendidik bukan hanya otoritas Disdik tapi juga yang dikoordinasikan kemendag atau istilah sederajat itu, kita mulai tgl 13 ada vaksinasi masif masing sekolah level SMP dan SMA, dan kita tahu SMA juga sangat agresifi sangat progresif tinggal data saja nanti pak kadis mendapatkan data valid dari Disdik provinsi,” pungkasnya.

Keseluruhan vaksin di kota Bandung sendiri sudah 68 persen, September ini harus 70 persen dan dipastikan akhir September itu melebihi target diatas 70 persen.

“Oktober mendekati 100 persen, Desember dosis 2 itu sudah selesai kalau Allah mudahkan Allah kabulkan saya bisa memperhitungkan February Maret 2022 herd immunity sudah lebih bagus di kota Bandung. Stok Insyaallah aman, selama ini DKK tidak pernah menyampaikan bahwa kita sedang terjadi kelangkaan atau terjadi tidak sedia vaksin alhamdulilah masih bagus,” tutupnya.(kai)

Berita Terbaru