Rabu, November 30, 2022
spot_img

Xpora BNI, Program Bunga Ringan Bantu Pengusaha Kripik Ubi Ini Jualan Di Korea Selatan

BerandaKombisXpora BNI, Program Bunga Ringan Bantu Pengusaha Kripik Ubi Ini Jualan Di...

BANDUNG – Bunga ringan dimasa pendemi ini jadi angin segar bagi para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) saat harus meminjam dana untuk membangkitkan usahanya terlebih usahanya itu harus di ekspor.

Salah seorang pelaku UMKM asal Kota Bandung Sopie Meganingsih menyampaikan karena usahanya harus melakukan ekspor yakni mengirim keripik ubi ke Korea Selatan, maka pinjaman xpora dengan bunga ringan dari BNI menjadi angin segar baginya. 

Salah seorang pelaku UMKM asal Kota Bandung, Sopie Meganingsih.

“Kenapa saya milih xpora? Kebetulan karena kita lagi cari dana pinjaman waktu itu ke bank dan kebetulan  perusahan kami bergerak dibidang expor di BNI ini ada bunga ringan dan mudah. Dalam situasi covid ini tentu jadi sesutu hal menyenangkan bagi kami,” ucap Sopie usai launching program Xpora di BNI lantai 8, Jl Perintis Kemerdekaan Kota Bandung, Kamis (28/10/2021).

Sopie pun mengakui setelah 2 bulan bergabung di Xpora dapat meriah banyak keuntungan mulai bunga ringan hingga dapat pelatihan tentang ekspor dan business matching.

“Saya harap makanan ringan keripik, stik, dan kue tambang saya ini lebih luas lagi penjualannya. Awal chanel hanya ke Korsel aja nanti semoga negara lain juga. di Xpora ini saya jadi tahu produk saya bisa dikirim kemana saja kirim. Omset per tahun Rp700 sampai 1 miliar. 1 bulan saya kirim 1 kontainer ubi dan permintaan mereka 3-4 kontainer,” ungkapnya seraya mengatakan pabrik keripiknya sendiri ada di Kabupaten Sumedang.

Pimpinan BNI Wilayah 04 Edy Awaludin mengatakan ditengah pandemi ini kondisi ekonomi menurun dan pilihan terbaik bisa meningkatkan pendapatan bagi UMKM salah satunya dengan melakukan ekspor.

Dan secara kebetulan ditunjuk kementerian BUMN, BNI menjadi Bank global.

“BNI terlalu banyak kegiatanya sehingga  di UMKM main khusus ekspor. Tujuan kami meningkatkan kapasitas kemampuan agara UMKM bisa go global, go digital, go produktif, harapannya bisa dilakukan go naik kelas lebih dari saat ini ada,” ucap Edo panggilan akrabnya.

Potensi di Jabar sendiri kata Edi luar biasa banyak, dari data ada 300 ribu UMKM pemain namun baru sedikit melakukan ekspor ini.

“Padahal Xpora ini bagi UMKM sifatnya sudah ekspor, baru ekspor, maupun in dircet ekspor kita selalu minta arahan petunjuk dari BI. Layanannya banyak, salah satunya melatih temen temen UMKM bagaimana ngerti terakit ekspor, kalau sudah mengerti berikan fasilitas lain misal yang selama ini ekspor biaya tertentu kita berikan diskon 50 persen kalau masuk ekspor. Hal hal itu akan terus berkembang kita siapkan banyak hal untuk membuat para exportir berkambang dan nyaman, sekali lagi semua UMKM dan memang fokus kami UMKM kerjasama BI, Pemprov, Pemkot, OJK dan lainnya,” pungkasnya.

Edo berharap layanan eksportir yang ada bisa memanfaatkan fasilitas pinjaman fasilitas expor yang ada di luar negeri melalui BNI berhubung dengan customer maupun buyer, bisa naik kelas. 

“Misal sekarang kapasitas atau volumenya sekarang 10 bisa jadi 20 dan seterusnya, bener bener naik kelas,” ucapnya lagi.

Xpora sendiri merupakan one stop solution hub bagi para pelaku UMKM agar dapat Go Productive, Go Digital, dan Go Global. Xpora telah hadir di 7 kota yaitu Jakarta, Bandung, Solo, Denpasar, Surabaya, Medan & Makasar

Masih kata Edo salah satu layanan utama dari Xpora adalah business matching, di mana UMKM lokal dapat dipertemukan dengan buyer yang ada di luar negeri. Dengan demikian, pangsa pasar UMKM, termasuk UMKM Jawa Barat dapat menembus pasar global melalui Xpora.

Pada 15 Oktober 2021 lalu, Xpora Bandung telah melakukan business matching antara SBE Priangan (PT Hana Mandiri Sejahtera, industri pengolahan ubi) dengan Forest Harvest Hong Kong yang merupakan nasabah Kantor Cabang Luar Negeri (KCLN) BNI Hong Kong. Sehingga hasil bumi Jawa Barat dapat dinikmati oleh konsumen di Hongkong.

“Selain itu, BNI Wilayah 04 juga telah memiliki UKMN Binaan yaitu CV Frinsa Agrolestari, yang telah melakukan ekspor 13 Ton Green Bean Coffee ke Minneapolis, USA. Dengan adanya Xpora di Bandung, tentu ke depannya akan semakin banyak UMKM Jawa Barat yang eksis di kancah global. Untuk informasi lebih lanjut terkait Xpora, dapat mengakses https://xpora.bni.co.id/” tutup Edy Awaludin.(kai)

Berita Terbaru