Rabu, November 30, 2022
spot_img

Muslim Bikers United, Mengajak Bikers Menjadi “Khairu Bikers”

BerandaDaerahMuslim Bikers United, Mengajak Bikers Menjadi “Khairu Bikers”

radarpena – Kota Bandung marak dengan berbagai komunitas sepeda motor, baik yang terbentuk dari sekedar kesamaan hobi, kesamaan merek dan jenis sepeda motor sampai dengan kesamaan visi dan misi, semua memiliki komunitasnya masing-masing, salah satu diantaranya adalah komunitas Muslim Bikers United (MBU).

Berdiri sejak 1 November 2017, komunitas dengan tagline “Brothers in Tawhid” ini tujuan utamanya adalah untuk mengajak para bikers menjadi Khairu Bikers, yang berada dalam pemahaman aqidah, ibadah, muamalah, dan akhlak yang benar, tegak di atas Islam berdasarkan Al-Quran dan hadis yang sahih dengan pemahaman para sahabat, tabi’in, dan tabi’ut tabi’in (ahlussunnah wal jamaah).

“Muslin Bikers United berusaha untuk menjadi komunitas sepeda motor yang mengedepankan Ukhuwah Islamiyah, memang akan selalu ada perbedaan pendapat (khilafiyah) di setiap komunitas yang mengatasnamakan dirinya “Muslim” dan itu sudah sunnatullah, MBU lebih melihat persamaannya sebagai saudara sesama muslim tanpa harus mempertajam perbedaan,” tegas Eep S. Maqdir, selaku Ketua Umum MBU Nasional.

“Kita hobi motor, punya motor dan itu hukumnya Mubah, tapi semua itu tetap akan ada hisabnya, di komunitas MBU tujuan utamanya adalah untuk mencari amal, maka dari itu disetiap kegiatan kita harus ada nilai ibadahnya, turing naik motor anggaplah hanya sebagai bonus,” lanjut sang Ketua Umum yang murah senyum ini.

Menyandang nama Muslim sebagai sebuah brand tentu saja menjadi beban buat MBU, namun hal itu seolah menjadi rem untuk para anggota komunitas agar lebih berhati-hati serta menjaga adab dan akhlak di jalan selama melakukan kegiatan touring.

“Tentu saja berat, karena didalam satu rombongan pasti ada saja anggota yang sulit menjaga emosi, untuk itu kami selalu mengingatkan kepada anggota kami agar tidak arogan dalam berkendara dan lebih menjaga adab di jalan” ujar Kang Eep.

“Salah satu ikhtiar untuk menjaga adab dan tata tertib berkendara dijalan, MBU bekerjasama dengan Safety Riding Center untuk belajar bagaimana cara berkendara yang aman, baik dan benar, sekaligus mengedukasi anggota MBU untuk selalu mengutamakan keselamatan dalam berkendara”, tambah Agustina, Ketua MBU Chapter Bandung.

Dalam setiap kegiatannya, MBU lebih menitikberatkan kepada program kegiatan yang sifatnya ibadah seperti kajian ilmu, juga kegiatan sosial diantaranya bebersih masjid, memakmurkan masjid, bahkan MBU juga ikut membantu membangun pesanten di Kabupaten Garut dan beberapa masjid di wilayah Kabupaten Bandung Barat.

MBU juga mendirikan badan usaha bersama yakni “Koperasi Bikers Bersaudara Sejahtera”, serta pengembangan usaha lainnya, juga bekerjasaama dengan lembaga-lembaga sosial dalam rangka menebar manfaat untuk sesama.

Salah satu contoh kegiatan MBU adalah Tursyina (Touring Syiar Nambah Amal), dimana sepanjang perjalanan MBU juga membagikan Alquran dan Iqra, menyantuni anak yatim, bebersih masjid, mengecat musala, silaturahmi umaro dan ulil amri.

“Ketika turingpun kita anti mainstream, tidak seperti kebanyakan yang lain, kita 10 menit sebelum datang waktu sholat, rombongan turing diupayakan sudah berhenti di masjid terdekat yang kita lewati untuk sholat dan istirahat,” jelas Agus Indratno, SekJen MBU Nasional.

“Tidak hanya sekedar sholat, terkadang kami juga memperhatikan apakah masjid atau mushola tersebut butuh bantuan, misal ada sarana yang kurang memadai kami akan berusaha untuk membantu”, sambung SekJen yang kerap disapa Kang Agind.

Komunitas yang memiliki Sekretariat di Jalan Parakan Resik No.6A Kota Bandung, saat ini telah memiliki 600 lebih anggota yang tersebar di beberapa Chapter diantaranya MBU Aceh, Banda Aceh, Langsa – Tamiang, Garut, Jakarta, Tangerang, Depok, Bogor, Bandung, Bekasi, Medan, Yogyakarta, Sukabumi, Tasikmalaya, Cianjur, Makassar, Balikpapan, Surabaya, Sumedang dan Cirebon.

“Kami terbuka untuk saudara-saudara muslim lainnya yang ingin bergabung, tidak ada syarat khusus untuk menjadi anggota Muslim Bikers United, yang paling penting ketika adzan segera pergi ke Masjid tunaikan kewajiban kepada Allah dan luangkan waktu untuk hadir di kegiatan MBU seperti kajian ilmu, jadi jangan pingin turingya aja,” canda Kang Eep.

“Sesuai dengan Spirit MBU, MBU Kaffah, yakni semangat untuk berupaya seimbang dalam tiga hal : 1. Read: membaca, belajar, perdalam ilmu, kajian, 2. Right: amalkan dengan benar dan adil, 3. Ride: turing sebagai bonus, bernilai ibadah,” pungkas Kang Eep.(rls/*)

Berita Terbaru