Rabu, September 28, 2022
spot_img

Sempat Terjadi Kebakaran, Pelayanan RSUD Bandung Tak Terganggu

BerandaKota BandungSempat Terjadi Kebakaran, Pelayanan RSUD Bandung Tak Terganggu

BANDUNG – Pelaksana Tugas (Plt) Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyampaikan kendati sempat terjadi kebakaran pada Selasa (5/4/2022) petang namun pelayanan di Rumah Sakit Umum Bandung Kiwari tidak terganggu.

“Tidak ada korban jiwa, alhamdulilah tapi tentunya kita semua harus mampu investigasi ini bersumber dari apa. Ada asap dari alat filter untuk udara (AHU, Air Handling Unit) untuk keperluan steril di ruang ruang operasi,” ucap Yana usai memantau kondisi RSUD, Rabu (6/4/2022).

Penyebab pasti sendiri kata Yana belum tahu, pasalnya investigasi harus dari ahlinya. Kerugian materi sendiri sekitar dibawah 1 miliar rupiah.

“Ini kan butuh investigasi dulu, kalau selesai baru bisa perbaikan. Muking kalau pesen alat agak susah ya harus selesai dulu, dipastilmkan dulu nanti,” ujarnya lagi.

Akan tetapi secara sistem kata Yana semua berjalan baik, mulai sistem alarm, sistem hingga pemadam internalnya.

“Mungkin ada beberapa ruang operasi dari sekian banyak mungkin ada yang terganggu, tapi bisa tetap bisa dari 8 ruangan itu kan mungkin ada beberapa kamar terganggu, prinsip layanan tidak terganggu. Ya kita himbau warga agar selalu hati hati terutama arus pendek dan kompor jangan suka ditinggal,” jelasnya.

Sementara itu Direktur Utama RSUD Bandung Kiwari Taat Togore berharap investigasi bisa tiga hari.

“Mudah-mudahan tidak lebih dari delapan hari karena hari ini kita akan menginvestigasi dan langsung diputuskan yang terbakar satu alat dan masih ada 8 alat. Apakah itu terkait semuanya ataukah bisa hanya beberapa ruangan saja yang jalan yang paling aman tentunya setelah melalui pemeriksaan, ruangan ini AHU ini bisa menyuplai dan bisa digunakan,” ucapnya.

Disinggung apakah selama investigasi 3 hari ini tidak ada operasi. Kata Taat pihaknya masih memiliki ruang darurat.

Lanjutnya setelah investigasi nanti akan ada tim kelistrikan dan yang membangun sistem AHU yang lebih kompeten.

“AHU itu hampir sama dengan ac tapi dia sekaligus memanej udara menjadi bersih steril dan tekanan positif. Orang yang operasi dapat udara dari AHu itu filternya nyaman. Mirip dengan ac cuma lebih steril,” tuturnya.

Pihaknya masih kata Taat sudah menyiapkan ruang sementara yang kini tengah diseting dan diharapkan cukup dan bisa mengcover bagi pasien membutuhkan tindakan operasi.

Masih kata Taat, di RSUD tetap ada operasi, begitupun pasien yang datang dalam keadaan gawat. Namun akibat kebakaran jadwal operasi ada gangguan, yang bisa direncanakan jadi tertunda.

Soal tanggung jawab siapa, kata dia  tergantung nanti hasil investigasi. Soal asuransi kata dia tidak ada.

“Paling kita investigasi kemudian menyeluruh apa saja yang perlu diganti apakah bisa jalan sebagian atau berhenti,” tutupnya.

 

 

 

 

Berita Terbaru