Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Kantor Uji Kir Kebanjiran, Pelayanan Tutup

BerandaKota BandungKantor Uji Kir Kebanjiran, Pelayanan Tutup

BANDUNG – Kantor pengujian uji kir Dinas Perhubungan Kota Bandung di Gedebage tergenang banjir. Akibatnya sudah dua hari ini pelayanan tutup total.

Banjir itu kini masih menggenangi akses masuk kantor uji kir atau tepatnya di jalan pendamping SOR GBLA menuju lokasi halaman pengujian.

Sekertaris Dinas Perhubungan Kota Bandung Agung Purnomo membenarkan kondisi banjir tersebut.

“Tinggi banjirnya kalau mobil HRV setengah ban kalau mobil kecil mau sampai ke dasbor. Tapi mobil HRV juga ga berani masuk ke kantor, pasti mogok. Pengujian pelayanan tidak memungkinkan jadi tutup untuk personelnya administrasi sekretariat kita pindahkan ke Leuwipanjang,” ujar Agung saat dihubungi, Rabu (20/4/2022).

Lanjutnya, setiap hari uji kir itu kurang lebih 250 unit kendaraan, menjelang lebaran ini bisa sampai 300 unit bahkan minggu depan diatas 300 unit.

“Kalau dipindah uji kir sulit karena kita baru punya satu lokasi di Gedebage apalagi pemeriksaan teknis menggunakan alat,” jelasnya.

“Paling moga moga intensitas hujan tidak terlalu tinggi, tadi sudah koordinasi dengan DPU untuk penyedotan walaupun kurang memungkinkan karena kali sekitar juga sudah penuh,” paparnya.

Disinggung soal denda bagi pemilik kendaraan yang sudah jatuh tempo masa uji kir nya. Diakui Agung tidak akan kena denda. Pasalnya itu kejadian alam bukan kesengajaan yang bersangkutan.

“Kita PNS ada sekitar 80 an, kebanyakan PHL di lapangan PJU, pemeliharaan rambu rambu dan lainnya tetapi kalau yang administrasi dipindahkan ke Leuwipanjang.

Kami sampaikan permohonan maaf dengan situasi kondisi alam yang kita tidak bisa tanggulangi semoga apabila situasi kondisi memungkinkan kita laporkan tapi tidak ada denda selama libur selasa rabu ini,” tandasnya.

Terkait banyak mobil terancam tidak laik jalan karena sulit dilakukan uji kir. Agung membantahnya, menurut dia masih ada waktu sekitar 10 hari kedepan sebelum lebaran.

“Atau nanti alternatif kita buka juga dengan kondisi situasi rawan ini koordinasi dengan bank BJB membuka loket.

“Kalau mau numpang uji harus pakai pengantar kan. Alatnya juga statis bukan dinamis jadi tidak bisa dipindah. Tetapi alat aman tidak terrendam,” tuturnya.

Masih kata Agung, dengan kondisi ini selain menambah hari jam pelayanan pun bertambah dari jam 8.00 sampai 15.00 wib kecuali Sabtu sampai 15.30 wib.

“Kita paling pindahkan sabtu minggu waktunya masih ada sabtu minggu asal bisa kendaraan laik jalan. Data di pengujian itu ada bis kecil dan besar, nah tiga hari bisa 900 unit kendaraan,” tutupnya. (kai)

 

 

 

 

Berita Terbaru