Senin, Oktober 3, 2022
spot_img

Harga Cabe Cabean Pedas, H-4 Lebaran Diprediksi Makin Pedas

BerandaKota BandungHarga Cabe Cabean Pedas, H-4 Lebaran Diprediksi Makin Pedas

BANDUNG – Jelang Idul Fitri 1443 H Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) bersama Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung dihadiri Wali Kota Bandung Yana Mulyana melakukan monitoring ke pasar tradisional guna memantau harga dan ketersedian barang.

Menurut Yana hanya tiga komoditas yang mengalami kenaikan harga yakni daging sapi, cabe, dan terigu.

“Rata rata stabil, kecuali daging sapi, cabe dan terigu, gak tahu ya mungkin cuaca tapi terigu mungkin karena gandum dari ukraina mungkin terganggu. Harga daging sekarang dari Rp130.000, Rp150.000 sampai Rp160.000,” jelas Yana, di pasar Kosambi, Senin (25/4/2022).

“Tapi yang pasti soal harga kan kadang kadang regulasi ada di pusat. Kita cek ketersedian saja alhamdulilah rata rata tersedia, aman insyaallah. Daging ketersedian cukup,” paparnya.

Yana pun menegaskan kalau bisa jelang lebaran tidak naik lagi.

“Tidak tahu ya, kalau bisa jangan justeru, makanya kami hadir dan bulog juga ketersedian stok terpenuhi dulu mudah mudahan harga turun, kalau daging ayam naik dikit 35 ribu jadi 38 sampai 40 ribu,” ucapnya.

Yana menyarankan agar para pedagang mempersiapkan barang, stok harus tetap aman dan harga wajar. Kepada pembeli dia juga menghimbau agar jangan panik buying, namun beli secukupnya.

Dibenarkan Kepala Dinas Perdagangan dan Industri (Disdagin) Elly Waslia, hanya 2 komoditas yang mengalami kenaikan.

“Untuk daging sapi dan cabe merah keriting dan cabe merah tanjung. Untuk daging sapi dari 140 jadi 160 ribu per kilo itu paling bagus, cabe merah keriting semula 38, naik 50 sampai 60 ribu per kilo, cabe merah tanjung dari semula 45 ribu jadi 70 sampai 80 ribu per kilo, itu saja komoditas lain stabil,” pungkasnya.

Lanjut Elly diprediksi harga stabil karena sabtu minggu puncak harga. Selain itu untuk lebaran kali ini banyak warga pulang kampung sehingga mudah mudahan tidak ada kenaikan lagi.

“Cabe rawit turun ya sekarang 40 ribu dari kemarin 46 ribu per kilo. Untuk stok aman, daya beli saya rasa meningkat, saya lihat di pusat perbelanjaan banyak yang belanja,  kesehatan mulai pulih daya beli membaik ya,” pungkasnya.

Senada dengan Elly, Kepala DKPP Gin Gin Ginanjar menyampaikan ini momen menghadapi lebaran sehingga permintaan ada peningkatan.

“Tapi pedagang sudah antisipasi tingkatkan stok, untuk cabe karena masih musim hujan dan cabe itu rusak berpengaruh pada produksi dan kualitas. Kalau permintaan meningkat produksi menurun, kita antisipasi harga agar tetap stabil. Data pengalaman tahun lalu h-4 harga beberapa ada kenaikan tapi lihat tadi ketersedian cukup, bahkan bulog menyampaikan untuk beras 3 bulan aman,” pungkasnya.

Pihaknya pun kata Gin Gin terus mempertahankan hubungan dengan produsen agar distribusi aman.

“Kita sedang berupaya kurangi atau memindahkan komsumsi cabe besar, secara program urban farming buruan sae komuditas cabe cengek budaya menanam tingkat rumah tangga tidak berpengaruh kekurangan atau harga karena sudah terbiasa menanam,” ucapnya.

Kalau pemotongan hewan sendiri kata Gin Gin dari sisi stok tersedia termasuk impor harga naik permintaan menurun karena dari kondisi normal per hari memotong 60 70 ekor sedang hari ini 40 ekor.

  • “Tapi stok ada karena mereka memotong berdasarkan permintaan. Tahun sebelumnya biasanya h-4 ada harga naik untuk komoditas yang banyak dikomsumsi seperti daging cabe,” tutupnya.(kai)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru