Senin, September 26, 2022
spot_img

Pimpinan Dewan Berharap Doa Pada Idul Fitri, Pandemi Berakhir

BerandaParlemen & PolitikPimpinan Dewan Berharap Doa Pada Idul Fitri, Pandemi Berakhir

BANDUNG – Dua tahun bahkan nyaris tiga tahun ini dunia, Indonesia khususnya Kota Bandung menghadapi pandemi covid-19. Dan selama itu banyak aturan pelarangan masyarakat merayakan Idul Fitri secara semarak seperti tahun tahun sebelumnya, beralasan agar wabah tidak kian menyebar.

Beruntung untuk perayaan lebaran kali ini masyarakat mendapati banyak pelonggaran aturan semisal boleh ibadah di mesjid, boleh buka puasa bersama hingga boleh mudik atau pulang kampung untuk merayakannya.

Namun demikian Ketua DPRD Kota Bandung Tedy Rusmawan menyampakkan terkait kondisi hari ini, masyarakat yang akan merayakan Idul Fitri  dihimbau penuh kekhusuan, tidak perlu berlebihan.

“Banyak berdoa, pasca ramadan ini pandemi juga semakin berkurang menuju masa transisi endemi, kemudian juga kita rayakan dengan kesederhanaan tidak perlu ada pesta tidak berhubungan dengan Idul Fitri, pastikan kondisi sehat jangan dipaksakan dan akhirnya tidak bisa merayakan, persulit diri sendiri,” ucap Tedy.

Terpenting kata politisi PKS itu masyarakat agar protokol kesehatan tetap dijaga, masker tetap dipakai.

“Walaupun kecenderungan masyarakat menganggap sudah hilang. Dari ramadan awal saya optimis, apalagi banyak kegiatan relatif di relaksasi, relatif masyarakat datang ke mesjid, di pasar di mall, relatif tidak ada peningkatan, postif hanya 4 orang. Makanya kita optimis,” tuturnya lagi.

Selain kepada masyarakat, Tedy pun menghimbau pemerintah ada target vaksin booster, agar terus diupayakan disosialisasikan terlebih akan ada libur panjang. Ia pun berharap agar masyarakat memafaatkan puskesmas.

Sementara Wakil Ketua DPRD I Ade Supriadi mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1443 Hijriah.

“Semoga amal ibadah kita selama Ramadan ini mendapat maghfirah dari Allah SWT,” harapnya.

Adw berharap ramadan ini dijadikan momentum sebagai masa-masa penuh syukur.

“Bisa jadi kita lupa rasa perayaan Lebaran yang meriah, padat, dan intim bersama keluarga dan kerabat, setelah pembatasan beraktifitas selama pandemi. Kita syukuri masa pemulihan pascapandemi ini dengan menjaga silaturahmi, dan yang tak kalah penting, membantu UMKM di sekitar kita. Mari bangkitkan ekonomi dengan membeli produk lokal di masa Lebaran ini, dan masa mendatang. Baarakallah,” ungkapnya.

Lain lagi dengan Wakil Ketua DPRD II ini. Menurut Ahmad Nugraha, perayaan Idul Fitri kali ini setelah pandemi luar biasa. Masyarakat dimanapun khusus di kota Bandung selama 2 tahun berperang melawan covid-19 dan ada PPKM sehingga tidak boleh mudik dan sebagainyaa.

“Covid tahun ini ketiga pemerintah sudah berikan keleluasan untuk mudik, dengan mudik otomatis bebas dari covid, ujarnya.

Polisiti PDI P ini menyanyangkan sekarang terlihat sekali dijalan jalan kota Bandung sudah 4 hari mengelami macet.

“Macetnya setengah mati kelihat masyarakat sudah pulang ke Bandung sehingga merasakan seperti sebelum covid ini yang kemudian diharap agar masyarakat gunakan perlengkapan,” jelalsnya.

Namun kata Achmad walau ada kelonggaran pada ppkm level 2 ini, warga diminta tetap melakukan  prokes dan agar berharap agar tidak terulang pandemi.

“Berdoa agar ini endemi sehingga seperti  penyakit biasa seperti flu, diare dan sebagainya,” imbuhnya.

Kota Bandung sendiri lanjutnya kini luar biasa macet dari pergi pagi hingga pulang sore dari kantor.

“Macet bukber dimana mana, resto resto, harapan tetap mengingatkan terutama kepada semua pelaku usaha kuliner agar juga tetap mengingatkan para pengunjungnya,” sarannya.

Pemerintah sendiri kata Achmad harus terus melakukan pengawasan agar masyarakat tetap menggunakan masker.

“Jangan banyak ngomong kalau makan makan saja, tetap gunakan masker sebelum ada intrusksi wabah inj endemi. Jadi secara kelihatanya kota Bandung ini  diminati wisatawan namun perlu diingat juga banyak orang Bandung kerja di Jakarta atau masyarakat terdekat luar Bandung datang ke Bandung, luar biasa kita dipenuhi masyarakat dari seluruh daerah,” bebernya.

“Mudah mudahan perekonomian kita ada perbuahan, mulak dari okupansi hotel naik, kuliner laris, tetapi ingat bayar pajak atau retribusi dengan baik, jangan sampai ada loss potensi. Begitu ramai yang datang tapi pendapatan stagnan,” pesannya.

Wakil Ketua DPRD III Edwin Sanjaya sendiri mengaku menyambut gembira aturan pemerintah terkait ramadan dan hari raya kali ini.

“Alhamdulillah, tahun ini Pemerintah telah mengeluarkan keputusan sebagaimana yang disampaikan oleh Menko bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, bahwa masyarakat bisa melakukan aktifitas mudik selama masa libur panjang Idul Fitri,” ujar Edwin

Menurut Edwin, sudah seharusnya masyarakat Indonesia yang mayoritas muslim bisa merayakan hari raya Idul Fitri bersama-sama keluarga tercinta dikampung halamannya.

“Yang terpenting tetap perhatikan protokol kesehatan, jaga ketertiban dan keamanan terutama yang menempuh jalur darat dengan kendaraan pribadi agar tidak ugal-ugalan atau kebut-kebutan. Jangan lupa nenek moyang bangsa kita itu seorang pelaut, dan bukan seorang pembalap,” ucapnya sambil tersenyum.

Namun yang lebih penting lagi, kata Edwin agar semua pihak menjadikan ibadah puasa di bulan ramadan tahun ini sebagai momentum untuk meraih predikat taqwa, dan menjadi manusia-manusia yang lebih baik daripada sebelumnya.

“Yang memiliki kesholehan secara ritual maupun kesholehan secara sosial. InsyaaAllah dengan bekal taqwa, segala persoalan bangsa saat ini bisa diatasi dan Allah akan melimpahkan keberkahan kepada negeri ini dan bisa jadi mengapa masih begitu banyak persoalan di negeri ini karena kita semua belum mampu mengimplementasikan nilai-nilai taqwa ini dalam kehidupan sehari-hari,” tuturnya.

“Selamat hari raya Idul Fitri 1443 H, selamat berlibur dan semoga Allah menerima seluruh amal ibadah kita di bulan suci ramadan… aamiin,” tutupnya. (ad/red)

Berita Terbaru