Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Gegara Lautan Sampah, Alun Alun Ditutup Sementara

BerandaKota BandungGegara Lautan Sampah, Alun Alun Ditutup Sementara

BANDUNG – Gara gara lautan sampah, alun alun kota Bandung untuk beberapa hari kedepan bakal ditutup alias tidak diperkenankan sementara waktu dimasuki warga yang ingin menikmati liburan di lokasi tersebut.

Ketua DPRD Kota Bandung Teddy Rusmawan membenarkan hal itu. Kata Teddy, pihaknya menerima laporan warga bahwa alun alun dipenuhi wisatawan baik warga ataupun luar kota Bandung namun sayangnya menjadi lautan sampah.

“Saya menerima laporan, disana lautan manusia dan sampah makanya penasaran datang ke sana sehabis mudik dari Kuningan,” jelas Teddy saat dihubungi, Jumat (6/5/2022).

Hasil pengecekan lanjutnya alun alun sementara tutup sampai menunggu perkembangan.

“Melihat ke lapangan petugas DLHK dan DPKP3 kewalahan sampai 3 kali lipat sampahnya, biasanya satu kubik. Rata rata jadi lembur dari setengah 10 malam dilanjut pagi jam 5. Maka hari ini kemungkinan masukan di lapangan ya tutup dulu masih bebersih, terutama sampah makanan ya sisa botram,” tandasnya.

Sampahnya sendiri kata Teddy berserakan dimana mana, ada dirumput sintesis hingga ke berbagai sudut.

Alasan itu Teddy menghimbau pemerintah kota menutup alun alun selama 3 hari kedepan (Jumat – Minggu) walaupun memang menjadi dilema karena warga yang ingin belibur kesana jadi tidak bisa.

“Setelah bersih dan bisa dibuka kembali. Masukan dari dewan ya tentu kalau kami tiga hari ini off dulu sekalian edukasi ke publik bahwa kesadaran buang sampah harus digencarkan. Dan kami dorong disiapkan troli berjalan DPKP3 jika ramai,” ungkapnya.

“Kalau masih nyampah saja, penegakan perda harus ditegakkan minimal 250 ribu. Warga juga agar bawa tas buat sampah dan ini jadi pelajaran buat warga juga,” tegasnya.

Sementara itu Wali Kota Bandung Yana Mulyana menyayangkan warga tidak bisa menjaga kebersihan sehingga rawan merusak fasilitas publik.

“Ditutup tapi sekitar alun alun warga berkumpul dan tetap nyampah juga. Sebetulnya udah banyak pemberitahuan tapi prilakunya masih seperti itu,” jelasnya.

Disinggung khawatir covid meningkat, Yana tidqk berharap demikian.

“Bismillah saja ya, indikator kan sudah menurun mereka semua sudah vaksin juga,” tandasnya.

Ditambahkan Sekertaris Daerah Ema Sumarna bahwa penutupan alun alun sebagai upaya titik aman.

“Kami gak tau, mungkin sampai gak ada potensi kerumunan,” tegasnya.

Ema membantah jika di lokasi, tidak ada petugas yang diperintahkan untuk mengingatkan.

“Ya kami sudah ingatkan, dijaga terus sekarang standbay rutin di sana Satpol pp, DPKP3, DLHK, dab Dishub,” jelasnya.

Disinggung sosialisasi ke masyarakat, Emma pun membenarkan bahwa mereka (warga) harus diingatkan terus supaya tidak ada kerumunan apalagi sampah sembarangan.

“Kami ngerti mereka butuh hiburan. Tapi kalau enggak ada kepekaan¬† ya tutup saja. Saya gak sampai dapat info itu berapa volume sampah hanya dapat foto sampah serakan dan manusia menyemut khawatir covid, positifity rate kita lagi bagus di 0,31 persen. Kalo transmisi orang keluar kan gak tau juga. Jd antisipasi aja lah meski rakyat butuh hiburan,” paparnya. (kai)

 

 

 

 

Berita Terbaru