Minggu, Oktober 2, 2022
spot_img

Selama Libur Lebaran Banyak Terjadi Kecelakaan 

BerandaKota BandungSelama Libur Lebaran Banyak Terjadi Kecelakaan 

BANDUNG – Selama libur lebaran banyak terjadi kecelakaan disejumlah persimpangan di kota Bandung. Jumat (6/5/2022) pagi ini saja kecelakaan sudah terjadi 2 kali.

Kabid Manajemen Transportasi dan Parkir Dishub Kota Bandung Khoirul Rijal, mengatakan kecelakaan tunggal banyak akibat para penggendara tidak mentaati rambu lalu lintas.

“Kebanyakan saat transisi dari kuning ke merah mereka tak berhenti mungkin alasan tanggung, alhasil terjadi tabrakan,” jelas Rijal di Command Centre Room (CC room).

Kecelakaan pun terjadi akibat pengemudi mengantuk. Seperti kecelakaan tunggal di jalan A Yani. Salah seorang pengendara sepeda motor menabrak ruang taman yang berada dipersimpangan tersebut.

“Kemungkinan dia ngantuk berat sampai sampai ambil jalan lurus terus begitu,” ungkapnya.

Selain memantau kecelakaan di CC room pun kata Rijal banyak terpantau terjadi aksi kriminalitas. Seperti di malam takbiran ada penusakan oleh begal di daerah Cikutra.

Lanjutnya, kondisi macet dijalan terjadi pada momen momen berikut menjelanf hari H macet terjadi di pusat perbelanjaan akibat peningkatan pengunjung, banyak pedagang kaki lima, berikut slot parkir terbatas.

Saat lebaran banyak warga bersilahturahmi dan berziarah. Seperti di daerah Cibiru tahun ini di sepanjang jalur mudik Soekarno Hatta, bundaran Cibiru, terminal Cicaheum, Pasir Impun, Ujung Berung stagnan karena banyak warga berziarah ke makam covid.

Begitupun pasca sholat ied warga memanfaatkan waktu untuk silahturahmi.

Momen lebaran ke 2 kemacetan terjadi di lokasi lokasi wisata misal kota Bandung di Alun alun, Kebun Binatang, begitupun untuk arah ke Utara dan Selatan.

“Untuk arah utara via Setiabudi dan jalan Djuanda, berlaku one way di Sersan Bajuri. Sekarang sampai minggu diprediksi tempat liburan masih penuh termasuk tempat kuliner. Di ATCS sendiri kita bertugas dari pukul 06 wib – 20.00 wib, harapan kita tahun depan  frekuensi kereta api dan pesawat diperbanyak dan dengan harga terjangkau,” tutupnya. (kai)

 

 

 

Berita Terbaru