Rabu, September 28, 2022
spot_img

HP2B Harapkan Pembangunan Pasar Baru Ditunda

BerandaKota BandungHP2B Harapkan Pembangunan Pasar Baru Ditunda

BANDUNG – Ketua Himpunan Pedagang Pasar Baru Bandung (HP2B) Iwan Suhermawan, meminta pengelola Pasar Baru saat ini PT DAM Sawarga Maniloka Jaya agar menunda pembangunan Pasar Baru.

Hal itu seiring habisnya masa hak guna usaha (HGU) kios kios yang kini digunakan para pedagang di Pasar Baru yang akan jatuh tempo pada tahun 2023.

“Tahun 2023 kan habis HGU nya dan pengelola pasti akan membangun. Nah kita minta tunda dulu lah 2 3 tahun kedepan,” jelas Iwan ditemui di sekertariatnya di basement 1 Pasar Baru.

Alasannya kata Iwan, dua tahun ini semua usaha di dunia terutama di Pasar Baru terdampak pandemi covid-19, selama dua tahun para pedagang tidak meraih omset yang diharapkan, bahkan kebanyakan pedagang tutup karena sepi pembeli ditambah situasi kesehatan memburuk sehingga warga banyak khawatir berbelanja di Pasar Baru.

Kalaupun dipaksakan tetap akan dibangun, Iwan meminta pengelola memberi keringanan agar tidak memungut pembayaran HGU untuk 20 tahun kedepan terlebih dulu.

“Beri kami waktu 2 3 tahun lagi untuk bangkit dulu. Kan 2 tahun ini kita terdampak pandemi,” ucapnya.

Salah seorang pedagang perlengkapan muslim muslimah H Udin menyetujuinya. Menurut pedagang yang sudah ada sejak tahun 68 itu meminta penundaan pembangunan disaat seperti ini adalah hal yang wajar.

“Jangan kan buat bayar HGU jualan saja kami seperti ini. Maaf bukan sombong selama pandemi 8 unit mobil dan 11 unit tanah saya habis dijual karena buat bayar utang dan kebutuhan sehari hari,” keluh Udin.

Sementara pedagang lainnya Sudirman Lawe selain meminta penundaan pembangunan, pedagang yang sejak tahun 1982 itu, meminta agar pengelola baru  segera memperbaiki fasilitas.

“Sebelum pandemi ac mati sekarang masih belum diperbaiki. Alasan kita minta ditunda karena kita tidak bisa bayar karena sepi,” ucapnya.

Senada dengan Sudirman, Iwan pun membenarkan pengelola baru belum signifikan merubah kondisi pasar baru.

“Pengelola sekarang lebih baik dibanding dikelola PD Pasar namun kalau dibanding pengelola lama wah masih jauh,” tuturnya. (kai)

 

 

 

 

 

Berita Terbaru