Rabu, Oktober 5, 2022
spot_img

Sebelum Pelebaran Jalan Warga Minta Gubernur Batalkan Pembangunan Jembatan Summarecon – Rancanumpang

BerandaKota BandungSebelum Pelebaran Jalan Warga Minta Gubernur Batalkan Pembangunan Jembatan Summarecon – Rancanumpang

BANDUNG – Warga Rancanumpang dan Cimincrang Kelurahan Rancanumpang Kecamatan Gedebage menolak pembangunan jembatan Summarecon sebelum dilakukan pelebaran jalan Rancanumpang – Cimincrang.

Perwakilan warga Sapri Manulang dan Lia Noer Hambali menyampaikan alasan penolakan itu berawal pada rapat sosialisasi yang dihadiri DPU Kota Bandung, Bapelitbang Kota Bandung, Bagian Prodekbang SETDA Kota Bandung, Satgas Citarum Harum, Polsek Gedebage, Koramil Gedebage, Lurah se Gedebage, LPM Gedebage, Karang Taruna Gedebage, LPM Kelurahan, Karta Kelurahan, Babinkamtibmas dan Babinsa, PT Summarecon, dan Tokoh Masyarakat.

Kala itu kepala Balai dan Camat menyampaikan hal hal sebagai berikut, bahwa tahun 2022 Pemda Jabar telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan Jembatan Summarecon – Rancanumpang, bahkan proses lelang sudah berjalan. Jembatan terdiri atas 2 jalur, masing-masing 2 lajur dengan lebar masing-masing 7 meter atau total lebar badan jalan jembatan 14 meter.

Dan untuk anggaran pelebaran jalan Rancanumpang – Cimincrang baru akan diusulkan pada APBD Perubahan Provinsi Jawa Barat Tahun 2022, kemudian jembatan tersebut dibangun dengan tujuan, sebagai akses konektivitas Stasiun KCJB – Exit Tol KM 149 Gedebage, lalu sebagai akses untuk mengurangi beban Exit Tol Buah Batu, selain itu sebagai akses perumahan Adipura dan Summarecon, sebagai akses menuju Masjid Al- Jabbar.

“Setelah mencermati informasi tersebut, warga menyampaikan sikap menolak pembangunan jembatan Summarecon-Rancanumpang, sebelum pelabaran jalan Rancanumpang-Cimincrang dilebarkan 16-26 meter,” ujar Lia.

Lanjutnya, apabila pembanguan jembatan didahulukan tanpa ada pelebaran jalan terlebih dahulu, maka pihaknya tidak memiliki keyakinan bahwa nantinya akan ada pelebaran jalan Rancanumpang-Cimincrang.

“Hal ini terjadi dengan Pemkot Bandung yang membangun Stadion GBLA, tapi pelebaran jalannya gagal sampai saat ini, sehingga bila ada kegiatan di Stadion GBLA membuat macet jalan rancanumpang-cimincrang. Apabila jembatan terbangun tanpa ada pelebaran jalan Rancanumpang-Cimincrang, maka akan terdapat jalan jembatan dari Summarecon 2 jalur dengan lebar 14 meter masuk ke jalan rancanumpang-cimincrang 1 jalur dengan lebar 6 meter, terjadi bottleneck, yang akan menjadi sumber kemacetan,” terangnya.

“Bahwa jalan Rancanumpang – Cimincrang (lebar 6 meter) saat ini merupakan akses utama penduduk 2 kelurahan, yang didalamnya terdapat juga fasilitas publik, antara lain, pabrik, perumahan, kampus 2 UIN SGD, pertokoan, sekolah, akses alternatif Panyileukan, lintasan Rel Kereta Api, akses menuju Stadion GBLA, Masjid Al-Jabbar, perkantoran, dan Puskesmas,” bebernya.

Dengan suasana lingkugan saat inipun, lanjut Lia, jalan Rancanumpang – Cimincrang sudah mengalami kemacetan dan kerawanan kecelakaan lalu lintas akibat kondisi jalan yang sangat tidak memadai.

Apalagi bila dibangun jembatan dari Summarecon tanpa terlebih dulu melebarkan jalan Rancanumpang-Cimincrang, sudah dapat dipastikan akan terjadi penambahan volume kendaraan sehingga akan lebih menambah kemacetan dan kerawanan kecelakaan lalulintas.  Volume kendaraan pun akan menjadi beban adalah yang keluar dari exit tol 149 Gedebage arah barat, ditambah rencana Pemerintah yang akan membangun tol Gedebage – Tasikmalaya – Cilacap (arah timur).

“Dengan demikian, tidaklah berlebihan bagi kami meminta Bapak Gubernur untuk menunda pembangunan jembatan Summarecon – Rancanumpang, sampai adanya pelebaran jalan Rancanumpang – Cimincrang terlebih dahulu. Kami tidak anti pembangunan, silakan membangun, tetapi jangan menimbulkan kerugian pada masyarakat. Kami akan tetap berjuang sampai ada keputusan penundaan pembangunan jembatan dari Gubernur Jawa Barat,” tutupnya.(kai)

 

 

 

Berita Terbaru