Sabtu, Oktober 1, 2022
spot_img

FAGI Gagas Pilih Guru Jadi Dewan

BerandaKota BandungFAGI Gagas Pilih Guru Jadi Dewan

BANDUNG – Merasa profesi guru masih kurang terperhatikan Forum Aksi Guru Indonesia (FAGI) menggagas gerakan pilih guru.

Dimana gerakan tersebut menggagas guru di Kota Bandung untuk menjadi anggota legislatif.

Ketua FAGI notabene ketua gerakan pilih guru Kota Bandung Iwan Hermawan mengatakan, gerakan ini dibentuk mengingat guru membidani kelahiran Indonesia. Salah satunya adalah lahirnya piagam Jakarta, 6 orang penggagas  adalah guru sedangkan 3 diantaranya adalah pengacara.

“Sangat wajar kan kalau sekarang profesi guru menjadi panglima di Indonesia. Namun pada kenyataannya tidak begitu,” sesal Iwan.

Kata Iwan, kondisi guru di Kota Bandung jumlahnya masih jauh dari memadai. Dari sekitar 35 ribu orang guru di Kota Bandung merupakan PNS hanya 40%. Sedang sisanya adalah P3K dan guru honorer.

“Jumlah guru P3K tidak memenuhi kebutuhan guru di Kota Bandung. Sehingga banyak sekolah yang mempekerjakan guru honorer,” tuturnya.

Sayangnya, guru honorer tidak mendapatkan honor yang memadai. Jauh, jika dibandingkan pendapatan guru PNS dan P3K.

“Contoh saya, sebagai guru PNS dalam sebulan mendapatkan penghasilan sekitar Rp15 juta. Sementara itu, untuk guru honorer tidak demikian,” jelasnya.

Iwan berharap, dengan banyaknya anggota legislatif dari profesi guru, sehingga bisa ikut membantu mensejahterakan profesinya.

“Untuk itu, kami melakukan silaturahim dengan partai-partai di Kota Bandung. Salah satunya DPD PKS Kota Bandung,” terangnya.

Iwan berterimakasih karena DPD PKS Kota Bandung menyambut baik program ini.

Dan DPD PKS berjanji setidaknya ada 2 orang per dapil yang berasal dari profesi guru.

Bersamaan itu Ketua DPD PKS Kota Bandung Khairullah, menyatakan bahwa banyak kader PKS yang berlatarbelakang seorang pendidik.

“Banyak ustadz di PKS, ustadz itu kan artinya guru,” terangnya.

Selain itu, banyak juga yang merupakan sarjana pendidikan Islam (SPdi). Bahkan menurut Iyung sapaan akrabnya, ada 3 orang anggota legislatif dari PKS merupakan pendidik.

“Baik yang memang dari praktisi, maupun yang dari pendidikan guru,” jelasnya.

Meskipun bukan partai guru, lanjut dia, namun PKS sangat concern terhadap nasib guru.

“Di tiap dapil setidaknya ada 2 orang kader PKS yang merupakan guru praktisi atau yang pernah sekolah pendidikan, ” tegasnya.(kai)

 

 

 

 

Berita Terbaru