Sabtu, Oktober 1, 2022
spot_img

Mulai Menggeliat, Tapi Kota Bandung Harus Genjot Ketertinggalannya

BerandaKota BandungMulai Menggeliat, Tapi Kota Bandung Harus Genjot Ketertinggalannya

BANDUNG – Geliat ekonomi di kota Bandung paska pandemi mulai terlihat kendati belum sepenuhnya pulih.

Menurut Wakil ketua II DPRD Kota Bandung dari Fraksi Partai Golkar, Edwin Senjaya menyampaikan kondisi ini belum bisa dibilang normal, seperti diketahui laju pertumbuhan ekonomi yang sebelumnya 5%-7%, tahun ini baru di angka 3%.

“Memang belum bisa dibilang kembali ke keadaan normal. Tapi harus kita apreseasi memang geliat ekonomi itu ada. Karena biasanya kan PAD kita di angka 3, sekian triliun,” ujar Edwin.

Edwin mengatakan, hal yang menghambat kembalinya laju pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung, adalah karena kekosongan jabatan wali kota beberapa waktu lalu. Meski demiakian, Edwin menegaskan bisa jadi hal lain juga ikut menunjang dan menjadi penyebabnya.

“Mungkin, karena kemarin posisi wali kota dalam keadaan kosong cukup lama. Sehingga LPE agak tersendat,” terangnya.

Oleh karena itu Edwin berharap dengan dilantiknya Yana Mulyana sebagai Wali Kota Bandung definitive, bisa membuat pertumbuhan ekonomi di Kota Bandung melaju cepat, mengejar ketertinggalan. Meski tidak didampingi wakil wali kota.

“Kita juga tidak bisa meraba atau memprediksi apa kesulitan yang dihadapi wali kota yang sekarang tanpa ada wakil. Ya baru bisa kita lihat performa kerjanya pada akhir tahun mendatang,” katanya.

Edwin mengatakan, bebepa sektor pajak yang bisa digenjot sekarang diantanya pajak restoran dan pajak hiburan.

“Seperti PBB, pajak air tanah, targetnya ya hanya segitu-gitunya. Sedangkan untuk pajak hiburan, pajak hotel dan restoran masih bisa digenjot dan diupayakan penghasilan yang maksimal,” tuturnya.

Selain itu, Edwin juga menilai sektor pariwisata menajadi salah satu sektor yang juga bisa digenjot pemasukannya.

“Salah satu upayanya adalah dengan kembali menjajaki dan mempererat Kerjasama dengan pemerintah Kabupaten Bandung, dan Kabupaten Bandung Barat, yang memiliki destinassi wisata alam lebih banyak daripada Kota Bandung,” terangnya.

Meskipun demikian, Kota Bandung sendiri memiliki kelebihan lain di bidang parwisata, yaitu hotel yang lebih banyak dan fasililtas yang memadai, wisata kuliner dan wisata belanja.

“Sehingga jika semua dikolabirasikan, bisa membawa dampak positif baik bagi Kabupaten Bandung, Kota Bandunng dan Kabuaten Bandung Barat,” tuturnya.

Edwin menilai, sekarag yang bisa dilakukan Pemkot Bandung adalah membuat promosi besar-besaran sehingga banyak wisatawan yang datanng ke Kota Bandung. Karena menurut Edwin, belakangan ini Kota Bandung seperti tidak mempunya ciri khas yang mudah diingat dan tidak punya daya tarik tersendiri untuk mendatangkan wisatawan.

“Kalau DKI kan punya formula E. kalau Bandung punya apa coba,” tanya Edwin.

Menurut Edwin, ada baiknya Pemkot Bandung kembali membuat acara cukup besar untuk mengundang wisawatan, misalnya dengan kembali menggebyarkan peringatan Hari Jadi Kota Bandung (HJKB).

“Peringatan KAA tahun ini juga kurang semarak,” tambahnya.

Padahal, kalau Kota Bandung bisa menggelar acara tahunan yang meriah, Edwin menilai itu akan alebih baik.

Disinggung masalah anggaran, Edwin menilai buka tidak mungkin bisa menganggarkan anggaran yang cukup jika dinas terkait memang ada keinginan.

“Kan di mana ada keinginan di situ ada jalan,” tegasnya.

Di sisi lain, terkait pemulihan ekonomi yang melibatkan UMKM, Edwin berpesan, jangan sampai program-program yang dimiliki oeh dinas-dinas di Kota Bandung ini hanya merupakan ceremonial saja. Tanpa benar-benar menyentuh UMKM di level bawah. (kai)

 

 

Berita Terbaru