Rabu, September 28, 2022
spot_img

Hati Hati! Usia 15 Tahun Kini Sudah Idap Hipertensi

BerandaKota BandungHati Hati! Usia 15 Tahun Kini Sudah Idap Hipertensi

BANDUNG – Penyakit hipertensi (darah tinggi) saat ini menjadi momok di kota Bandung. Pasalnya dari 28 ribu warga terlapor memiliki penyakit hipertensi diantaranya usia belia atau 15 tahun.

Tetapi untuk proporsi usia muda masih sedikit dibanding usia tua, pada usia 60-69 pengidap hipertensi mencapai angka 28 persen sedang usai  anak muda dibawah 10 persen dan itu usia sekolah atau produktif yang seharusnya tidak boleh terganggu hipertensi.

Namun demikian menurut Kepala Bidang Pencegahan, Pengendalian, Penyakit (P2P) Dinas Kota Bandung dr Ira Dewi Jani yang menyebabkan kematian bukan karena hipertensinya melainkan gara gara komplikasi yang diakibatkan hipertensi semisal stroke, ginjal, dan jantung.

“Sampai mei 2022 kita dapat laporan ada 28 ribu warga terserang hipertensi, mulai usia 15 – 69 tahun. Memang ada usia muda, makanya disini kamu ingin meningkatkan awearness bahwa hipertensi itu tidak tua saja tapi geser ke muda, mungkin ini karena lifestlye beda banget dengan dulu,” ujar Ira pada Bandung Menjawab di Taman Dewi Sartika, Rabu (8/6/2022).

Lanjut Ira, kementerian kesehatan menyelenggarakan deteksi dini faktor resiko penyakit tidak menular (DDFRPTM) sehingga warga jangan menunggu bergejala baru periksa.

“Skrining nya faktor resiko ya, mulai dari gizi, berat badan, tinggi badan, lingkar perut, tekanan darah dan gula darah. Sehingga kit tahu sebelum ada gejala muda. Masa anak muda stroke, jantung. Ini sih salah satunya gaya hidup gak sehat, makanan bisa juga diet tidak selalu seimbang protein, sayur dan buah. Coba di coffee shop jarang pesan air putih, pasti yang berwarna, ditambah faktor aktivitas fisik, sekarang lebih banyak main game dan rebahan mulu kan,” tuturnya.

Untuk program skrining sendiri kata Ira biaya ditanggung pemerintah dan bisa dilakukan di puskesmas.

Pada tanggal 17  Mei hingga 17 Juni program DDFRPTM akan dilaksanakan di puskesmaa puskesmas di Kota Bandung.

“Yang akan diperiksa hipertensi, diabetes, indera, kesehatan mental, dan lainnya. Dicek kemenkes atau riset prevalensi di kota Bandung itu 36,6 persen atau 1 dari 3 orang itu mengidap hipertensi, tetapi  tergantung faktor yang dikendalikan dan tidak bisa ya. Bukan berarti orang tua hipertensi anak jadi juga, yang orang tua ada dia jadi lebih rentan karena itu faktor pembuluh darah dan gejala yang dirasakan tidak bisa selalu begitu, seperti jantung ginjal, karena manifestasinya beda beda,” tutupnya.

Berita Terbaru