Rabu, September 28, 2022
spot_img

Buruan SAE Diklaim Kurangi Pengeluran Rumah Tangga

BerandaDaerahBuruan SAE Diklaim Kurangi Pengeluran Rumah Tangga

BANDUNG – Adanya program buruan SAE (Sehat Alami Ekonomi) berhasil mengurangi pengeluaran rumah tangga sekitar 15%.

Hal itu diklaim Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kota Bandung Gin Gin Ginanjar.

“Kalau presentasi untuk memenuhi kebutuhan pangan di Kota Bandung memang belum banyak. Paling baru 1%. Tapi kalau untuk mengurangi pengeluaran rumah tangga lumayan besar,” ujar Gin Gin, Jumat (17/6/2022).

Program buruan SAE sendiri selama dua tahun belakangan ini bertambah 40 titik Buruan SAE.

“Sekarang jumlahnya sekitar 320 titik buruan SAE di 151 kelurahan,” tambahnya seraya menargetkan setiap rumah memiliki buruan SAE untuk memanfaatkan pekarangan rumahnya. Namun, menurut Gin Gin setidaknya satu RW ada satu titik buruan SAE.

Salah satu Buruan SAE yang sekarang dijadikan percontohan adalah Buruan SAE yang terletak di JL Sekemala Kelurahan Pesanggrahan Kecamatan Ujungberung.

Di mana DKPP menggelar acara Bandung Agri Market selama 3 hari, dari Jumat 17/6/2022 hingga Minggu (19/6/2022).

“Selama dua tahun ini kan agenda Bandung Agri Market tidak ada. Sekarang ada lagi BAM dengan tema festival Buruan SAE,” terangnya.

Disinggung mengenai kemungkinan Buruan SAE menghasilkan nilai ekonomi, Gin Gin mengatakan ada beberapa titik yang sudah bisa memberikan manfaat ekonomi.

“Bahkan ada pengusaha yang bersedia menampung hasil Buruan SAE,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua Umum Tim Penggerak PKK Kota Bandung Yunimar Mulyana mengapresiasi perkembangan buruan SAE pasca pandemi ini.

“Sejak ada Pandemi, Buruan SAE ini malah mengalami perkembangan. Dua tahu lalu saya ke Sekemala ini, belum selengkap sekarang. Tapi sekarang sudah lebih lengkap,” tuturnya.

Yunimar mengatakan harapannya, hal semacam ini bisa berkembang dan dijadikan contoh di kecamatan dan kelurahan lain.

Bahkan, Yunimar menambah bukan tidak mungkin buruan SAE berkembang memiliki nilai ekonomi bagi masyarakat.

Yunimar mengatakan, sekarang ada pihak-pihak yang bisa menampung hasil buruan SAE yang bisa dijual lagi, atau disalurkan kepada yang membutuhkan.

“Bisa diberikan kepada para lansia, penderita stunting atau pihak-pihak yang membutuhkan,” pungkasnya. (kai)

 

 

 

Berita Terbaru