Kamis, September 29, 2022
spot_img

Warga Bandung Masih Bisa Beli Pertalite, Tapi Dihimbau Segera Daftar

BerandaKota BandungWarga Bandung Masih Bisa Beli Pertalite, Tapi Dihimbau Segera Daftar

BANDUNG – Kendati ditetapkan mulai tanggal 1 Juli wajib mendaftar ke website subsiditepat.mypertamina.id, namun para pemilik kendaraan yang ingin mendapatkan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi pertalite masih bisa membelinya di SPBU mana pun di Kota Bandung.

Hal itu karena ditegaskan pemerintah pusat bahwa tanggal 1 ini adalah dimulainya wajib mendaftar bukan diberlakukan kebijakan beli pertalite hanya untuk yang sudah terdaftar. Lama pendaftaran sendiri asalnya 15 hari diperpanjang hingga batas waktu yang tidak ditentukan.

“Yang jelas yang daftar tidak harus instal aplikasi cukup di web pertamina saja. Saya juga ngobrol sama orang pertamina nanti bukan bawa hp, kan dilarang jadi hanya scan barcode tinggal klik di spbu. Kalau lupa juga gak dibawa barcode nya bisa sebutkan saja nomor kendaraannya atau nopol kalau sudah terdaftar nanti pas diklik otomatis sudah ada, tidak dibuat ribet kok. Barcode itu bisa difoto copy lalu laminating, jadi cukup bawa itu saja,” jelas Kepala Dinas Perdagang dan Industri Kota Bandung Elly Wasliah, Jumat (1/7/2022).

Elly pun menyampaikan bahwa pembelian pertalite saat ini masih normal seperti biasa, itu karena belum diberlakukan kebijakan tersebut.

Hanya saja pihaknya menghimbuan agar nanti bagi warga yang akan membeli pertalite atau bio solar agar segera mendaftar.

“Diberlakukannya kapan saya tidak tahu  karena waktu daftar pun diperpanjang, teknis kendaraan jenis apa, berapa cc saya belum tahu karena belum ada pemberitahuan lagi. Cuma kalau ada kekosongan pertalite di satu spbu tolong sampaikan ke disdagin. Karena pertalite di 81 spbu itu dalam kondisi aman tersedia tidak perlu ada kelangkaan,” ujarnya.

Elly pun menegaskan karena belum berlaku maka spbu di kota Bandung tidak boleh menolak warga yang membeli pertalite saat ini.

“Tidak akan ada spbu yang melarang karena belum daftar ya karena belum berlaku. Sementara untuk bio solar untuk kendaraan roda 4 atau lebih pengaturan bbm bersubsidi roda 4 itu 60 liter per hari angkutan umum orang atau barang roda 4 80 liter per hari, angkutan umum orang atau barang roda 6 200 liter per hari. Sedangkan untuk roda 2 dan roda 3 seperti triseda  tidak harus daftar,” tutupnya. (kai)

 

 

 

 

Berita Terbaru