Jumat, Agustus 5, 2022
spot_img

Siti Muntamah: Jangan Sampai Ada Bullying Berkepanjangan

BerandaKota BandungSiti Muntamah: Jangan Sampai Ada Bullying Berkepanjangan

BANDUNG – Anggota Komisi V  DPRD Provinsi Jawa Barat Siti Muntamah mengaku prihatin adanya kasus perundungan atau bullying murid SD oleh teman temannya hingga menyebabkan meninggal dunia di Kabupaten Tasiklamaya beberapa waktu lalu.

Menurut mantan isteri wali kota Bandung Oded M Danial itu penyelesaian kasus perundungan itu tak sederhana, butuh penguraian yang panjang. Terlebih ia khawatir terjadi perundungan berkepanjangan jika pihak pihak terkait tidak terjun langsung.

“Saya pribadi tidak tinggal diam, tetapi kita semua harus duduk bersama melakukan pencegahaan supaya tidak terjadi lagi dua kali kejadian ini. Urai, kerjakan ketika terjadi amankan korban dan pelaku yang juga disebut korban karena masih dibawah umur, lalu amankan keluarga juga agar jangan sampai ada sosial bullying berkepanjangan, bisa mengusir dan lainnya. Sanksi sosial atau bullying berjenjang itu bisa dicegah jika tokoh masyarakat dan semua pihak turun langsung,” jelas anggota fraksi PKS itu.

Untuk pelaku sendiri kata Siti Muntamah perlu direhabilitasi secara khusus, diperbaiki pemikirannya dan tentu saja tetap dilindungi.

“Harapannya di Kabupaten Tasikmalaya ada Pupaga seperti di Bandung sehingga saat ada kasus ini bisa begerak cepat dan mendatangi keluarga korban ataupun pelaku,” ucapnya.

DPRD Provinsis Jawa Barat sendiri diakuinya sudah mengesahkan peraturan daerah (Perda) perlindungan anak no 26 tahun 2021 yang berisi perlindungan bagi anak mulai  keluarga, lingkungan, hingga sekolah ramah anak dab harus diperhatikan bahwa sekolah merupakan rumah kedua, karennya pihak sekolah dan orang tua harus selalu berkomunikasi.

Lanjutnya pengaruh terbesar terhadap kondisi anak anak saat ini adalah gedget atau gawai dan conecting tanpa batas sehingga informasi yang terserap tidak bisa tersaring dengan baik.

“Dari sisi fisik terpenuhi kebutuhan kembang namun sisi pelajaran sekolah dan agama sedikit. Pada dasarnya kita perlu duduk bersama urai. Anak anak ini mendapatkan ekspansi informasi yang begitu luar biasa dan deras ari gedget yang belum seharusnya mereka dapatkan,” ucapnya.

“Saya belum ada rencana kesana, tapi berharap ada anggaran ditambah untuk peningkatan kualitas keluarga. Itu penting jangan sampai sudah terjadi baru diperhatiin, telat deh. Kita harus prepare sebelumnya jadi ada tidak ada kejadian kita siap,” tandasnya. (kai)

 

 

 

Berita Terbaru