Jumat, Agustus 5, 2022
spot_img

Pertama Kali Di Indonesia Nonton Dengan Telinga

BerandaKota BandungPertama Kali Di Indonesia Nonton Dengan Telinga

BANDUNG – Kembalikan masa kejayaan sandiwara radio dan untuk pertama kali di Indonesia, Creatilatory dan Fakultas Industri Kreatif Telkom University serta para komunitas radio mengelar pertunjukan Los Harewos Audio Experience Prahara Tarawangsa.

Pertunjukan itu merupakan terobosan baru dalam penyampaian pesan dimana penikmatnya merasa menyaksikan film di bioskop namun tanpa visual atau video.

Produser Pelaksana Hagi Hagomoro menyampaikan Los Harewos Audio Experience itu sebuah pertunjukan audio dengan tata suara melingkar (surround sond sistem) seperti di bisokop.

“All sound, kenapa bisa kepikiran? Karena selama ini, di indonesia belum ada ya. Dulu ada sandiwara radio tapi sekarang kan banyak anak muda dimanjakan dengan flatform video seperti instagram, youtube, tik tok, tapi audio banyak tapi belum ada yang jeger,” ujar Hagi disela pembukaan pertunjukan yang digelar selama 3 hari 29 – 31 Juli di Majestic jalan Braga.

Lanjutnya hasil riset ia dan beberapa pihak ternyata sangat mengharapkan pertunjukan seperti itu. Dimana pertunjukan tidak hanya dinikmati melalui indera penglihatan saja namun indera pendengaran, perasa, peraba dan lainnya.

“Ke bioskop bukan nonton pake mata tapi hanya mendengar (audio), audio itu membangkitkan teater of mine ya. Antara satu orang dengan yang lain belum tentu sama, misal sebut tampan cantik itu akan beda sesuai imajinasinya masing masing, nah kita ini membangun imajinasi yang menimbulkan kreatifitas makanya ada istilah watch with your ears menontonlah dengan telinga,” bebernya.

Diakui Hagi awal promosi pertunjukan ini dari mulai mencari sponsor hingga ijin pihak berwenang lumayan menyulitkan pasalnya mereka bingung ini acara apa. Bahkan ada kekhawatirkan terjadi kesurupan masal dan tentu saja pihaknya sudah mempersiapkan antisipasi hal hal itu.

“Sebenarnya ini memang lahan radio untuk kembali meningkatkan awearness orang bahwa kita punya sarana radio yang amat sangat fower full jadi kalau dulu video kills the radio stars sekarang kita yang balas,” kelakarnya.

Selama pertunjukan bergenre horor  berjudul Praha Tarawangsa itu penonton dibawa berimajinasi, pasalnya semua kejadian di cerita hanya didengar tanpa kita bisa melihat videonya.

Cerita yang diisi suara oleh penyanyi rocker Candil dan Tiara Effendy cukup menarik. Dalam cerita itu pengunjung diajak seolah olah sedang berada dalam situasi horor itu. Dimana harus membayangkan saat bertemu mahluk halus, kecelakaan ataupun dibawa ke dunia gaib.

Salah seorang pengunjung yang juga tuna netra Merjasah, mengaku sangat menikmati pertunjukan itu.

“Ini pertama kali dan saya sangat menikmatinya senang, tapi ada negatifnya hawa mistisnya terasa seperti benar berada didunia lain, kita kaya benar benar dibawa hilang. Tapi suara tidak hanya terdengar rekaman saja karena ternyata ada yang nyatanya suara dibelakang kita, itu suasananya makin horor,” ucapnya.

Sutradara pertunjukan sendiri Ari K mengaku bahwa ini merupakan orginal dari produser.

“Kalau dieksekusi lucu ini karena sekarang kan mengandalkan video, padahal audio itu punya kekuatan sangat besar. Kita pengen mengaktifkan kembali cara orang mempersepsikan kejadian lewat telinga, contohnya saat dengar suara penyiar kita tertipu suara enak pas ketemu gimana,” jelasnya.

“Cerita ini aktif mempersepsikan teater of mine jauh lebih dalam dibantu dan cita cita kita ini bisa dilanjutkan ditempat lain, konsep ini menarik sekali bisa membuka ruang kreatif baru ruang imajinasi baru,” tandasnya. (kai)

 

 

 

 

 

 

Berita Terbaru