Sabtu, Oktober 1, 2022
spot_img

Perumda Tirtawening Berrencana Naikkan Tarif Air Bersih

BerandaKota BandungPerumda Tirtawening Berrencana Naikkan Tarif Air Bersih

BANDUNG – Perumda Tirtawening Kota Bandung berrencana menaikan tarif air PAM sekitar 35%-40%.

Akan tetapi disampaikan Direktur Utama (Dirut) Perumda Tirtawening Kota Bandung Sonny Salimi, masih ada golongan pelanggan yang mendapatkan subsidi.

“Ini bukan kenaikan tarif, tapi penyesuaian. Selain memang tarifnya yang dinaikkan, kami memberikan tambahan pelayanan,” ujar Sonny.

Sonny mengatakan, untuk golongan pelanggan 2A, 2B atau rumah sederhana  mendapatkan subsidi.

Selain itu, yang juga mendapatkan subsidi adalah yang masuk ke dalam golongan sosial.

“Mereka yang menggunakan air di bawah 10 kubik  atau sekitar 10 ribu liter per bulan,” ucapnya.

Khusus untuk subsidi, Sonny mengatakan pihaknya rata-rata menghabiskan anggaran sebanyak Rp7 miliar per tahun.

Di sisi lain, Sonny mengatakan sudah sekitar 10 tahun tidak melakukan penyesuaian tarif. Sehingga sudah waktunya melakukan penyesuaian tarif.

“Semestinya, penyesuaian tarif dilakukan setiap lima tahun sekali. Sementara ini sudah 10 tahun tidak ada penyesuaian tarif,” jelasnya.

Seiring menaikkan tarif, Perumda Tirtawening juga memberikan pelayanan paripurna. Sebagai pilot project akan diberlakukan di kawasan Bandung Timur yang mengambil air bersih dari SPAM Gedebage.

“Selain menyediakan saluran air bersih, juga pembuangan air kotor,  air minum kemasan dan air tanki sesuai kebutuhan mereka,” tambahnya.

Menurut Sonny semua fasilitas pelayanan paripurna ini baru bisa dinikmati warga pada 2024 mendatang. Karena instalasi saluran air bersih masih dalam proses.

“Kita harus melakukan sosialisasi dari sekarang,” tegasnya.

Namun, menurut Sonny distrik meter area (DMA) baru bisa dibangun jika pendaftaran pelanggan dan pembiayaan sudah diterima 75%.

Sementara itu salah seorang warga sekaligus pelanggan Perumda Tirtawening Ben (42) mengaku kurang setuju tarif naik kecuali pelayanan yang diberikan pun bisa lebih maksimal.

“Saat ini saja saya gak hisa 24 jam dan kondisi air kadang kotor kadang bersih,” ujarnya. (kai)

Berita Terbaru