Kamis, September 29, 2022
spot_img

Warga Berharap Harga BBM Diturunkan Lagi

BerandaKota BandungWarga Berharap Harga BBM Diturunkan Lagi

BANDUNG – Akibat harga BBM bersubsidi naik, tarif angkutan umum pun terimbas ikut naik, alhasil pendapatan para supir angkot kian terpuruk. Sebelumnya tergerus oleh membanjirnya kemudahan mendapat kendaraan pribadi baik roda dua maupun roda empat, lalu hadir kendaraan umum berbasis online, kemudian ditimpa pandemi covid 19.

Jajang (56) supir angkutan umum jurusan Dago-St Hall menyampaikan kekecewanya kebijakan kenaikan BBM ini.

“Sekarang kan tarif anguktan naik Rp 1000 jadi semakin sedikit penumpang yang naik angkot,” kata Jajang disela membawa angkotnya, Rabu (14/9/2022).

Sebelum ada kenaikan, Jajang bisa membaw pulang uang ke rumah sampai Rp 100 ribu, sekarang tidak sampai sebesar itu.

Disinggung kenaikan harga BBM menjadi BLT bagi warga tidak mampu. Menurut pria lansia ini banyak yang tidak tepat sasaran. Termasuk dirinya yang tidak menadapat bantuan dari pemerintah pusat tersebut.

“Saya memang bukan warga Kota Bandung. Jadi memang tidak mendapatkan BLT,” terangnya.

Namun Jajang berharap akan ada perubahan misalnya penurunan kembali harga BBM sehingga kenaikan harga tidak semakin lama dan membuat warga semakin terpuruk.

“Saya inginnya, yang kaya tambah kaya yang miskin jadi kaya,” jelasnya.

Hal serupa disampaikan Ida (53) penumpang angkutan umum yang juga mengaku dari luar namun lama tinggal di Kota Bandung. Menurut Ida dirinya juga tidak mendapat bantuan apa-apa dari pemkot Bandung.

“Saya sadar diri karena tidak punya KTP Kota Bandung, jadi memang tidak berhak atas bantuan dari Pemkot Bandung,” terangnya.

Menanggapi hal ini, Ketua Fraksi PSI-PKB-PPP DPRD Kota Bandung Erick Darmadjaya mengatakan, seharusnya data kependudukan ini menajdi salah satu yang menajdi perhatian warga pendatang. Agar mereka mendapatkan haknya sebagai warga tidak mampu.

“Kalau administrasi kependudukan tidak jelas, kan kita tidak bisa memberikan bantuan. Memang mereka jadi tanghungjawab siapa?,” tegasnya.

Untuk keluhan warga terkait kenaikan harga BBM, Erick menyampaikan harapannya, agar masyarakat tidak berlarut-larut dalam keterpurkan.

“Ini memang bukan suasana yang menyenangkan, pemerintah pusat juga pasti sangat sulit menentukan hal ini,” katanya.

Kepada para warga, Erick mengingatkan, agar lebih kreatif dalam mencari penghasilan. Jangan sampai pilih-pilih pekerjaan, namun malah tidak mendapatkan penghasilkan.

“Kalau mendaptkan tawaran pekerjaan, terima saja dulu, jangan sampai ditolak. Jangan lihat dulu gajinya. Nanti juga kalau gaji akan menyeseuaikan,” pungkasnya. (kai)

Berita Terbaru