Kamis, September 29, 2022
spot_img

Edwin: HJKB Momen Tuntaskan Jani Kampanye

BerandaKota BandungEdwin: HJKB Momen Tuntaskan Jani Kampanye

BANDUNG – Kota Bandung pada tanggal 25 September mendatang akan berusia yang ke 212 tahun, banyak harapan yang diinginkan warga kota Bandung.

“Semoga Bandung semakin mendunia, warganya makmur, sejahtera, dan makin guyub,” ucap Nita (19) warga Pajajaran.

Sama halnya dengan Nita, Wakil Ketua DPRD Kota Bandung Edwin Sanjaya mengucapkan syukur, pasalnya tidak terasa kota Bandung sudah berumur 212 tahun. Dan ia berharap janji janji kampanye para pemimpin kota Bandung agar segera dituntaskan.

“Semoga warga Bandung selalu diberkahi Allah SWT. Masa akhir wali kota pada 2023 sebentar lagi akan habis, kita berharap janji janji kampanye yang bahkan sudah didokumentasikan di RPJMD kota Bandung agar yang belum terlaksana segera dilaksanakan dimasa akhirnya,”harap Edwin.

Dengan begitu lanjut Edwin, kota Bandung menjadi kota yang baik, bermartabat seperti yang diharapkan.

Edwin menyoroti kondisi Bandung saat ini masih banyak yang harus diperbaiki, semisal bidang pendidikan terkait PPDB masih menyisakan permasalahan padahal pendidikan itu kebutuhan dasar bagi masyarakat.

“Lalu bidang kesehatan, masih ada warga yang kesulitan pelayanan kesehatan terutama warha tidak mampu. Karenanya saya terus mendorong puskesmas selalu memberikan pelayanan maksimal, selain itu infrastruktur. Kita melihat jalan jalan tidak seluruhnya dranasenya bagus, belum program Bandung caang masih banyak belum tersentuh, begitupun UMKM belum optimal. Padahal kita sedang konsentrasi pemulihan ekonomi tapi belum ada program khusus membangkitkan,” tuturnya.

Masih kata Edwin kesimpangsiuran data pemberian bantuan berbasis data pun masih tidak akurat, beda antara dinas kesehatan dengan dinas sosial saat menentikan DTKS non DTKS.

“Saya juga melihat masih banyak macet, lalu persoalan sampah itu PR besar apalagi kita tahu sekarang TPA nya tidak diperpanjang,” imbuhnya.

Disinggung semarak hari jadi Kota Bandung, Edwin meminta agar pemerintah memastikan dulu kondisi covid. Jika sudah membaik bisa dipikirkan kegiatan apa yang bisa dinikmati masyarakat.

“Agar semua merasakan, guyub, sabilulungan bersama sama tidak hanya seremonial. Ini sebuah momen masyarakat dipersatukan dikumpulkan semua sama sama merasakan, bisa doa bersama, ngaliwet bareng¬≤, zikir bersama jangan musik tapi kesenian khas aja masuk rekor muri,” tutupnya.(kai)

 

Berita Terbaru