Rabu, September 28, 2022
spot_img

Rumah Pompa Untuk Atasi Banjir Cibaduyut dan Kopo

BerandaKota BandungRumah Pompa Untuk Atasi Banjir Cibaduyut dan Kopo

BANDUNG – Banjir beberapa waktu lalu di daerah Kopo dan Cibaduyut menyita perhatian publik, terlebih disana belum terlihat ada solusi tuntaskan banjir dari pemerintah.

Kepala Dinas Sumber Daya Alam dan Bina Marga (DSDABM) Kota Bandung Didi Ruswandi membantahnya, menurut dia sebenarnya sudah ada solusi.

“Sudah ada rencana tinggal pelaksanaan file engineering (FE) dilapangan, untuk pengadaan r⁷umah pompa di Kopo Citarip,” ujar Didi disela kebon awi fashion week dalam rangka memeriahkan HJKB internal di bukit mbah Garut Cilengkrang Kota Bandung, (15/9/2022).

Sedang, diakuinya untuk banjir di terowongan Cibaduyut memang belum ada. Hal itu karena pengadaan rumah pompa lokasinya kemungkinan berada diwilayah Kabupaten Bandung.

“Dulu ada kesepakatan kabupaten yang bikin (rumah pompa) kita anggarannya. Kalau sumur imbuhan sudah ada. Tapi kami sudah ijin pak sekda kalau kabupaten tidak mengganggarkan 2023. Kita manfaatkan kerjasama daerah itu,” jelasnya.

“Kabupaten anggarannya dan kita mungkin yang membuatnya, tetapi ijin ke Dirjen Binamarga untuk memberikan arahan kerena nanti pipanya ke jalan tol. Anggaran untuk rumah pompa itu sekitar 3 miliar, saat ini upaya kita pengerukan dan normalisasi,” tambahnya.

Penyebab banjir sendiri diakui Didi karena terjadi penyempitan pada aliran sungai yang ada diperbatasan Kota Bandung dan Kabupaten.

“Alirannya dari dua titik menyempit shingga gak lancar makanya perlu bikin pompa biar bisa diatasi. Kalau sumur imbuhan sudah ada,” ungkapnya.

Masih kata Didi, lokasi rumah pompa untuk di daerah Kota Bandung sedang di survei, namun bila tidak ada, seperti yang sudah direncanakan lokasi di Kabupaten.

“Sesuai MoU, kita manfaatkan itu. Untuk di Pasirkoja – Kopo – Leuwi panjang kalau anggaran ada bikin rumah pompa juga kita akan kembalikan ke awal, warga di Leuwi Anyar menolak sekarang aja kalau banjir arah aliran sesuai kesana dia minta balik aliran ke Citepus. Titik banjir tahun ini kian berkurang dibandingkan tahun 2019 2020 bisa 25 titik sekarang baru 3 kali dan yang banyak pas Sabtu 13 titik,” tandasnya. (kai)

Berita Terbaru