Jumat, Desember 2, 2022
spot_img

Dada: STIAB Baru Berkembang, Jangan Dicaplok

BerandaDaerahDada: STIAB Baru Berkembang, Jangan Dicaplok

BANDUNG – Ketua Pembina Yayasan Bina Administrasi (YBA) Dada Rosada membenarkan saat ini banyak perguruan tinggi dikelola yayasan dicaplok pemerintah.

“Kalau sekarang belum, jangan dulu lah apalagi saat ini kita sedang membangun dua sekolah tinggi yang dibina YBA, untuk berkembang dan menjadi universitas,” ujar Dada usai menghadiri acara Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Sekolah Tinggi Ilmu Administrasi (STIA) Bandung Sabtu (24/09/2022).

Namun, kata Dada pihaknya tidak menutup diri jika ada peluang untuk mendapat bantuan atau berkolaborasi.

“Kalau ke depan, misalnya kita mendapatkan bantuan dari pemerintah, ya tidak menutup kemungkinan. Kita lihat saja perkembangannya,” paparnya.

Dada menjelaskan, selain STIA, Yayasan yang dibinanya memiliki sekolah tinggi kesehatan dan keduanya kini tengah dikembangkan.

“Rencananya, dalam waktu dekat semua akan disatukan dalam satu universitas yang kami beri nama Universitas Bandung,” tuturnya.

Lanjut Dada, ilmu administrasi merupakan salah satu ilmu yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Sehingga, penting untuk bisa mempelajarinya sampai mahir.

Terkait peralihan dari sekolah tinggi ke universitas, Dada mengatakan, semua sudah dipersiapkan dengan baik. Dari mulai administrasi, bangunan, SDM dan perizinan.

STIA Bandung sendiri, berdiri sejak tahun 2000 dan sudah menghasilkan lulusan sekitar 4 ribu orang. Sudah banyak dari lulusannya, menduduki jabatan penting di instansi negeri maupun swasta.

Kepada para calon mahasiswa, Dada pun menegaskan agar memiliki impian setinggi-tingginya.

“Tidak salah jika mahasiswa di sini bercita-cita menjadi wali kota, gubernur bahkan presiden,” katanya.

Dengan keberadaan STIA Bandung dan dibukanya universitas Bandung nanti, Dada berharap bisa membantu dunia pendidikan di Kota Bandung khususnya dan Indonesia pada umumnya.

“Sekolah swasta ini sangat dibutuhkan untuk menunjang pendidikan negeri,” pungkasnya. (kai)

Berita Terbaru