Jumat, Desember 2, 2022
spot_img

Bike To School Tumbuhkan Konsentrasi Belajar, Motorik hingga Kebahagiaan Siswa

BerandaDaerahBike To School Tumbuhkan Konsentrasi Belajar, Motorik hingga Kebahagiaan Siswa

BANDUNG – Sebagai bagian dari kampanye membumikan gerakan sepeda secara masif, kali ini komunitas pekerja bersepeda Bike To Work (B2W) menginisiasi gerakan bersepeda Bike To School. Gerakan bersepeda di sekolah menengah pertama dan atas ini tak sekadar mendorong kebiasaanpositif dan menyehatkan. Akan tetapi mampu menumbuhkan nilai-nilai karakter, konsentrasi belajar, motorik hingga kebahagiaan siswa. Saat ini, regulasi sistem zonasi Penerimaan Peserta Didik Baru (PPDB) mengedepankan kedekatanjarak rumah siswa ke sekolah.

Momentum tersebut harus direspon melalui keaktifan sekolah- sekolah menengah dan atas di Bandung melalui Bike To School. Sehingga dampak positif bersepedabisa dirasakan. Ketua B2W Bandung Wildan Fahdiansyah menyatakan, program Bike To School diharapkantaksekadar membuat siswa rutin bersepeda. Akan tetapi, dapat mengubah mindset siswa yang tadinyamengandalkan kendaraan bermotor mulai beralih menggunakan sepeda dalam mobilitas sehari-hari.

Ia menyebut dampak kegiatan bersepeda pun harapannya dapat lingkungan sekitar rasakan. Misalnya berkurangnya kemacetan di lingkungan sekitar sekolah, meningkatnya kualitas udara, danmembuat lingkungan sekolah semakin asri dan hijau.

“Jadi, kami berharap gaya hidup sadar dan ramah lingkungan dapat dimulai dari siswa-siswayangbersepeda ke sekolah,” katanya dalam konferensi pers Bike To School Kota Bandung, di Bandung, Kamis (29/9). Kegiatan ini menjadi rangkaian Hello Bike Festival yang akan digelar 4-6 November 2022di Summarecon Mall Bandung.

Hello Bike Festival ini sebuah event kerja sama B2WBandungdanGreeners.co. Tujuannya menggalakkan aktivitas bersepeda di Kota Bandung, sehingga mampumendorong upaya pengurangan emisi karbon kendaraan bermotor dan meningkatkan kualitas udarayang lebih bersih. Ia mengungkap, berkat gerakan ini, antusiasme sekolah yang aktif bersepeda mulai meningkat.

Bahkan, banyak pelajar yang sedianya belum punya sepeda dan lama tak memanfaatkansepedamulai tertarik menggunakannya lagi. Bahkan, ada beberapa sekolah yang aktif bersepeda di luar jam sekolah, seperti berkunjungkeberbagai destinasi sejarah.

“Ini menjadi indikator bahwa anak-anak mulai antusias bersepedalagi,”ujarnya.

Saat ini, beberapa sekolah telah menjalankan program ini, yaitu SMPN 55 Bandung, SMPN36Bandung, dan SMPN 34 Bandung serta beberapa SMP lainnya. Tak hanya itu, gerakan bersepeda ini juga menekankan pentingnya basic safety riding sebelum, saat, dan setelah bersepeda.

“Ini diperlukan agar mereka lebih memperhatikan keamanan, kenyamanandan ketertiban selama bersepeda,” ungkapnya. Selain itu, Wildan juga menyebut pentingnya fasilitas pendukung yang harus disediakan, seperti penyediaan tempat parkir yang layak dan aman. Hal ini penting untuk memastikan pelajar takkehilangan motivasinya selama bersepeda ke sekolah.

Tumbuhkan Nilai Karakter melalui Bersepeda
Guru asal Bandung Rahmat Suprihat mengatakan, dampak bersepeda sangat nyata. Selainmenyehatkan, gerakan bersepeda efektif untuk menanamkan nilai karakter. Mulai dari seperti kesabaran, manajemen waktu, disiplin, solidaritas serta cinta lingkungan.

“Artinya bila tak bersepeda, anak-anak tidak akan menerima nilai-nilai kebaikan itu,” ujar pegiat BikeTo School ini. Namun, gerakan Bike To School harus diikuti optimalisasi dukungan dari guru-guru dan kepala sekolah sebagai figur yang dapat siswa contoh.

“Padahal perlu disadari bahwa setiap gerakanperubahan budaya sangat membutuhkan figur-figur yang dapat dicontoh oleh peserta didik,” ujar dia. Selain itu motivasi dan keinginan mengajak anak bersepeda pun, terlihat sangat minimdi kalanganpara guru.

“Berbagai alasan yang melatari pegiat pelajar bersepeda dengan alasan yang saya sendiri kurang begitu paham. Apakah karena takut ada kejadian yang tidak diinginkan atau rendahnyakomunikasi dengan pimpinan sekolah atau bahkan tidak menjanjikan program ini sebagai salahsatuprogram kesiswaan,” kata dia.

Implikasi Bersepeda terhadap Anak
Sementara itu, Psikolog Klinis Anak dan Remaja Melissa Luckyanti berpendapat, bersepeda dapat berdampak baik pada kemampuan konsentrasi saat belajar, kemampuan motorik dan kebahagiaan. Saat mengayuh pedal sepeda maka dapat meningkatkan aliran darah sehat yang membawa oksigendan nutrisi ke seluruh tubuh termasuk otak.

“Hal ini dapat merangsang otak untuk meningkatkan produksi hormon serotonin, norepinefrin, dandopamin, serta meningkatkan transmisi informasi antara berbagai bagian tubuh dengan cerebral cortex. Sehingga memunculkan perasaan senang, meningkatkan fokus dan mempercepat reaksi otot,” katanya.

Untuk mendapatkan manfaat optimal dari bersepeda, maka ada beberapa hal yang perludiperhatikan. Mulai dari dari kematangan motorik anak untuk mengayuh pedal, jarak tempuh, fasilitas jalan yang aman untuk pesepeda. Selanjutnya, perlengkapan keamanan selama bersepeda, tempo atau ritme mengayuh yang konstan, serta edukasi aturan ketika berada di jalan. Hal yang tak kalah penting yakni menyiapkan perlengkapan pertolongan pertama (seperti betadinedan plester luka). Lalu sistem pemantauan posisi dan detak jantung anak serta adanya komunitasyang membuat anak merasa bersepeda sebagai kegiatan yang menyenangkan dan bukanlahtuntutan atau hukuman.

Ajarkan Bersepeda Sejak Dini
Melissa juga menambahkan bersepeda bisa dilakukan sejak anak berusia di bawah empat tahun. Tahapan-tahapan mengajarkan anak bersepeda bisa dilakukan melalui pendampingan orang dewasa. Seperti mulai balancing bike saat anak berusia di bawah empat tahun dengan sepeda yang sesuai ukuran tubuh anak.

“Jika kemampuan anak menjaga keseimbangan sudah baik, maka dapat dilanjutkan ke sepeda roda2. Lalu sepeda roda 2 tanpa adanya roda pembantu diikuti dengan dampingan orang dewasa agar anaktak terlalu sakit jika terjatuh,” imbuhnya. (rls/**)

Berita Terbaru